BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mewisuda 2.097 lulusan periode September 2026, Senin-Selasa, 7–8 September 2026.
Pada kesempatan tersebut, Unhas mengapresiasi lulusan dengan capaian akademik terbaik. Penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas prestasi, ketekunan, dan konsistensi para lulusan selama menjalani proses pendidikan hingga menyelesaikan studi.
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan bagi lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Perlu memiliki kepekaan terhadap perkembangan zaman dan kecakapan dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas diri,” ujarnya.
Menurut JJ, kemampuan beradaptasi semakin diperlukan seiring perkembangan AI dan otomatisasi yang akan mengubah berbagai jenis pekerjaan. Kondisi tersebut menuntut lulusan Unhas untuk siap berkompetisi dengan talenta internasional sekaligus terus mengembangkan pengetahuan sesuai perkembangan teknologi.
“Kecerdasan buatan dapat membantu manusia mengolah informasi dan menyelesaikan pekerjaan, namun kemampuan untuk mempertimbangkan nilai, memahami perasaan, dan mengambil keputusan secara beretika tetap berada pada manusia. Secanggih apa pun sistem komputasi diciptakan, mesin tidak akan pernah memiliki nurani, etika, dan empati sosial,” katanya.
Ia mengajak wisudawan menjadikan karakter maritim leluhur Bugis-Makassar sebagai modal menghadapi persaingan dunia. Keberanian para pelaut Bugis-Makassar menjelajahi berbagai wilayah pada masa lalu lahir dari ketajaman membaca kondisi alam, keberanian menghadapi risiko, serta ketahanan mental.
Nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kompetensi profesional lulusan Unhas. Kemampuan membaca situasi, mengambil keputusan, menghadapi ketidakpastian, dan berani mencoba hal baru merupakan modal penting untuk bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan yang cepat.
Editor: Bali Putra










