Unhas Pusat Kolaborasi Nasional Konservasi Terumbu Karang Berbasis Sains

89
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut di tengah meningkatnya tekanan lingkungan global menuntut pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi juga diperkuat oleh sains dan kolaborasi lintas sektor. Dalam konteks tersebut, Universitas Hasanuddin melalui Coral Reef Rehabilitation and Sustainability Research Group (CORES) menyelenggarakan Forum Terumbu Karang Indonesia sebagai ruang ilmiah yang mempertemukan pengetahuan, praktik lapangan, dan inovasi dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang.

Forum ini menghadirkan beragam pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, hingga praktisi konservasi. Diskusi yang berlangsung tidak hanya menyoroti kompleksitas tantangan ekologis, tetapi juga memperkaya pendekatan ilmiah dalam menjaga keberlanjutan terumbu karang, khususnya di kawasan Coral Triangle yang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia sekaligus wilayah dengan tekanan lingkungan yang semakin meningkat.

Ekosistem laut menghadapi berbagai tantangan yang mengancam keberlanjutannya, antara lain perubahan iklim, pencemaran, eksploitasi sumber daya secara berlebihan, serta kerusakan habitat akibat pembangunan pesisir dan pertambangan. Kondisi ini memperparah degradasi lingkungan laut, mengancam ketahanan pangan, keanekaragaman hayati, dan fungsi laut sebagai penyerap karbon.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan bahwa tantangan tersebut hanya dapat direspons melalui kolaborasi berbasis data dan riset ilmiah yang kuat.

“Terumbu karang bukan sekedar ekosistem biologis, tetapi bagian penting dari sistem penyangga kehidupan masyarakat pesisir. Kompleksitas tantangan yang semakin meningkat menuntut keterpaduan antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan aksi nyata di lapangan,” jelas Prof JJ.

Prof. JJ berharap forum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan arah baru dalam pengelolaan dan konservasi terumbu karang Indonesia. Unhas memperkuat jejaring kolaborasi nasional yang melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, lembaga riset, perguruan tinggi, serta organisasi konservasi.

Sebagai bagian dari Coral Triangle Initiative, Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas ekosistem laut global. Terumbu karang tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga menopang ekonomi pesisir, perikanan berkelanjutan, serta ketahanan pangan masyarakat.

“Kami ingin forum ini berkembang menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan yang tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan aksi nyata untuk konservasi terumbu karang Indonesia,” tutup Prof JJ.

Sejumlah agenda strategis turut menjadi perhatian dalam forum ini, termasuk penguatan Indonesia Coral Reef Society, pengembangan Sistem Data Terumbu Karang Indonesia, perluasan jejaring restorasi, serta konsolidasi organisasi ahli terumbu karang nasional. Agenda tersebut menegaskan pentingnya integrasi antara data, riset, dan kebijakan dalam satu ekosistem pengetahuan yang utuh.

Pertemuan Forum Terumbu Karang Indonesia yang berlangsung pada Jum’at (10 Juni 2026) di Unhas Hotel and Convention ini diposisikan sebagai titik temu antara sains dan kebijakan. Hasil riset dan bukti ilmiah diharapkan dapat diterjemahkan secara lebih efektif menjadi program konservasi yang memberikan dampak nyata bagi ekosistem laut dan masyarakat pesisir.