Wali Kota Makassar dan Dubes Singapura Bahas Kerja Sama Penguatan Kapasitas ASN hingga Masyarakat

74
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu 5 Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pelatihan yang disediakan Pemerintah Singapura.

Selain membahas pengembangan kota, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan lingkungan, kedua pihak juga menjajaki kolaborasi dalam peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat melalui Singapore Cooperation Programme (SCP).

Kwok Fook Seng menjelaskan, SCP merupakan program kerja sama teknis Pemerintah Singapura yang menyediakan pelatihan bagi aparatur pemerintahan dari negara-negara mitra. Materi pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah, termasuk dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan dan sosial.

“Ini merupakan bagian dari kerja sama teknis kami dengan negara-negara sahabat di kawasan. Secara nasional, setiap tahun kami menerima sekitar 900 peserta pelatihan dari Indonesia,” ujar Kwok.

Ia menambahkan, seluruh biaya pelatihan selama peserta berada di Singapura ditanggung Pemerintah Singapura sehingga tidak membebani peserta.

Menanggapi tawaran tersebut, Munafri menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas ASN menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kompetensi aparatur dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

Namun, Munafri berharap program pelatihan tidak hanya diperuntukkan bagi pejabat struktural atau ASN pada bidang tertentu. Ia juga mengusulkan agar kesempatan tersebut dapat diperluas bagi kelompok masyarakat, seperti nelayan, petani, maupun profesi lainnya yang membutuhkan peningkatan keterampilan.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Duta Besar Singapura. Menurut Munafri, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Kota Makassar, termasuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi.

“Kami ingin membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Makassar. Para nelayan dan petani, misalnya, masih membutuhkan peningkatan pengetahuan, termasuk dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pekerjaan mereka,” kata Munafri.

Usai pertemuan, Munafri meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar segera menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut.

Ia juga menginstruksikan agar informasi mengenai berbagai program pelatihan tidak hanya beredar di lingkungan birokrasi, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang memiliki kebutuhan dan potensi untuk mengikuti program pengembangan kapasitas.

Menurut Munafri, kalangan guru juga perlu memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan di luar negeri guna memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Program pelatihan ini penting, terutama bagi guru, camat, dan lurah. Saya meminta BKPSDM memastikan informasi mengenai berbagai program pelatihan seperti ini tersampaikan secara luas, bahkan hingga ke masyarakat,” ujarnya.

Editor: Wayan Susena