“SiPeKAINGE Fun Walk”, BI Ingatkan Penipuan Makin Beragam, Sasar Semua Keluarga

96
Pelepasan peserta "SIPeKAINGE Fun Walk" yang digelar oleh Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda di CFD Sudirman, Minggu, 01 Nopember pagi. POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Perkembangan teknologi dan layanan pembayaran digital telah mempermudah kehidupan masyarakat. Dengan telepon genggam kita dapat berbelanja, membayar tagihan, hingga mengirim uang kepada keluarga dengan cepat dan praktis.

Namun kemudahan tersebut juga disertai risiko yang harus kita waspadai, terutama penipuan transaksi keuangan atau scam.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan (BI Sulsel), Rizki Ernadi Wimanda saat membuka “SIPeKAINGE Fun Walk” di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Minggu, 01 Nopember pagi.

Rizki menyebutkan, berdasarkan data scam Indonesia, sejak November 2024 hingga 30 September 2020, telah diterima lebih dari 700 ribu laporan penipuan transaksi keuangan, lebih dari 1,3 juta rekening terindikasi terkait penipuan yang dilaporkan dan diverifikasi.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda saat menyampaikan sambutan pada “SIPeKAINGE Fun Walk,” di CFD Sudirman, Minggu, 01 Nopember 2026. POTO: BALI PUTRA

“Angka-angka ini mengingatkan kita, penipuan bukanlah persoalan yang jauh dari kehidupan sehari-hari, modusnya semakin beragam. Pesan undian gratis, telepon yang mengaku sebagai Customer Service (CS), tautan palsu, hingga pelaku yang berpura-pura menjadi anggota keluarga dan meminta transfer dana dengan alasan mendesak,” katanya.

Penipuan saat ini tidak mengenal usia, anak muda yang akrab dengan teknologi, orang tua yang aktif bertransaksi, maupun kakek nenek kita yang sama-sama menjadi sasaran.

Menurut Rizki, penipuan terjadi karena pelaku lebih pintar dari korban, pelaku kerap memanfaatkan rasa percaya, kepanikan, dan bahkan kasih sayang terhadap keluarga yang memperdaya korban.

Oleh karena itu, tambahnya, perlindungan konsumen tidak cukup mengandalkan teknologi keamanan maupun edukasi kepada individu, kita juga perlu membangun kebiasaan saling peduli dan saling mengingatkan, dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan kita yaitu keluarga.

“Atas dasar inilah BI menyelenggarakan semarak pekan perlindungan konsumen yang dimulai 26 Oktober lalu. Selama sepekan, kami mengadakan kegiatan edukasi menyasar kelompok perempuan, lansia, mahasiswa, secara langsung maupun melalui media televisi dan radio,” jelasnya.

Hingga puncaknya melalui SIPeKAINGE Fun Walk yang melibatkan sekitar 1.000 masyarakat, remaja, dewasa, hingga lansia. Di Sulawesi Selatan kita mengenal nilai luhur leluhur “sipakainge” yaitu saling mengingatkan. Nilai ini kemudian menginspirasi “SIPeKAINGE Fun Walk”.

“Kami ingin menumbuhkan kepedulian antar generasi agar setiap keluarga dapat menjadi pengingat dan pelindung bagi anggota keluarga lain. Yang muda membantu yang tua, yang tua membimbing yang muda, anak dan cucu membantu orang tua serta kakek nenek untuk lebih mengenal modus penipuan digital,” harapnya.

Sebaliknya para orang tua dapat menanamkan kebiasaan berhati-hati dan tidak mudah percaya kepada anak-anak. Semua saling menjaga, saling melindungi. Melalui “SIPeKAINGE Fun Walk”, BI mengajak masyarakat belajar dengan cara yang menyenangkan.

Edukasi perlindungan konsumen tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas atau melalui seminar. Edukasi bisa dimulai lewat percakapan di rumah ketika berjalan bersama keluarga atau saat mendampingi orang tua menggunakan layanan pembayaran.

Membiasakan Tiga Hal

Rizki mengajak masyarakat membiasakan tiga hal untuk dapat terhindar dari kasus penipuan keuangan.

Pertama, saling mengingatkan untuk tidak mudah percaya kepada pesan panggilan maupun tawaran yang mencurigakan.

Kedua, saling mendampingi saat ada anggota keluarga yang membutuhkan bantuan bertransaksi digital

Ketiga, saling terbuka dan segera bercerita apabila menerima permintaan transfer mendesak, tautan yang tidak jelas atau mengalami dugaan penipuan.

“Ingatlah pesan sederhana, kalau ragu, stop. Jangan terburu-buru melakukan transaksi. Data pribadi, OTP, kata sandi, tidak untuk dibagikan kepada siapapun,” katanya.

BI bersama mitra terus berkomitmen memperkuat perlindungan konsumen dan meningkatkan literasi masyarakat agar dapat memanfaatkan layanan sistem pembayaran secara aman, nyaman, dan bertanggung jawab.

Namun kata Rizki, keberhasilan upaya ini juga memerlukan partisipasi seluruh masyarakat. Ia berharap, 1.000 peserta yang hadir pada “SIPeKAINGE Fun Walk”, tidak hanya menikmati kegiatan berjalan sehat, tetapi juga pulang membawa satu komitmen, menjadi duta perlindungan konsumen di rumah masing-masing agar semangat “SIPeKAINGE” tidak berhenti di garis finish, tetapi “hidup” dalam kebiasaan sehari-hari.

Sementara itu, “SIPeKAINGE Fun Walk” dengan tema “saling Jaga, Transaksi Sehat, Keluarga Bahagia” diikuti jajaran BI Sulsel, LPS, pimpinan dan pekerja lembaga keuangan, unsur pemerintah, komunitas, dan masyarakat umum. Setelah menempuh rute beberapa kilometer, Fun Walk dirangkain senam bersama, game, doorprize dan ragam kegiatan lain.

Bali Putra