Penjualan “Green Bean” Meningkat Signifikan, PLN UIP Sulawesi Perkuat Kompetensi Petani Kopi Batui

75
PLN UIP Sulawesi terus mendorong pengembangan usaha petani kopi Batui melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mendukung peningkatan kompetensi petani melalui Pelatihan Roasting dan Barista pada 18-26 Oktober 2026 di Pabrik Kelompok Tani Kopi Batui Oishii. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, BATUI – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus mendorong pengembangan usaha petani kopi Batui melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Memasuki tahun ketiga sekaligus tahun terakhir program, PLN memperkuat kualitas produk dan memperluas peluang pasar kopi Batui dengan mendukung peningkatan kompetensi petani. Salah satunya, melalui pelatihan roasting dan barista di pabrik Kelompok Tani Kopi Batui Oishii, 18-26 Oktober lalu.

Pelatihan berlangsung sembilan hari, diikuti 10 peserta peserta pelatihan roasting dan 10 peserta pelatihan barista. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi kelompok tani agar mampu mengakomodasi kebutuhan serta perkembangan pasar kopi modern.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Mangatas Silaen, mengaku bangga atas pencapaian dan kemajuan pesat kelompok tani kopi Batui selama masa pendampingan program TJSL.

Potret saat pelatihan berlangsung. Pelatihan yang berlangsung selama sembilan hari kalender tersebut diikuti oleh 20 peserta, yang terbagi atas 10 peserta pelatihan roasting dan 10 peserta pelatihan barista. POTO: ISTIMEWA

“Kami bangga, usaha kopi Batui maju pesat. Tidak hanya meningkat dari sisi kualitas dan daya saing produk lokal, perkembangan ini juga berdampak ekonomi bagi masyarakat melalui terbukanya kesempatan kerja baru,” ujarnya.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan, semakin memperkuat kapasitas petani dalam mengembangkan usaha, sehingga kopi Batui tumbuh lebih baik dan menjangkau pasar lebih luas.

Untuk memastikan kualitas pelatihan, PLN menghadirkan M. Akbar Assidiq, praktisi bersertifikasi nasional di bidang barista dan roasting sekaligus asesor kompetensi BNSP untuk skema coffee roasting dan barista.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi dan praktik langsung, mulai dari pemilihan biji kopi hijau (green bean), pengoperasian mesin roasting, pengenalan peralatan barista, teknik penggunaan mesin espresso, hingga penyeduhan kopi (brewing) dan cupping untuk mengenali aroma serta menilai karakter kopi.

Momen saat General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, berkunjung ke kedai kopi Batui untuk melihat secara langsung perkembangan usaha kelompok tani sekaligus mengapresiasi upaya petani dalam mengembangkan produk kopi lokal. POTO: ISTIMEWA

Dampak nyata dari pengembangan usaha kelompok tani ini terlihat dari lonjakan nilai penjualan green bean. Ketua Kelompok Tani Kopi Batui, Fadly, mengungkapkan, nilai penjualan kelompoknya yang sebelumnya berada di kisaran Rp75 juta per tahun kini melonjak hingga mencapai rata-rata Rp320 juta per tahun berdasarkan perhitungan penjualan green bean. Angka tersebut setara dengan kenaikan sekitar 4,3 kali lipat atau meningkat sekitar 326,7 persen.

“Terima kasih kepada PLN UIP Sulawesi atas bantuan dan pendampingan kepada kelompok kami, termasuk pelatihan roasting dan barista. Kai mengalami banyak sekali perubahan dan perkembangan,” ujar Fadly.

Melalui program TJSL yang telah berjalan selama tiga tahun ini, PLN UIP Sulawesi berupaya mendukung pengembangan kapasitas kelompok tani secara menyeluruh, baik melalui bantuan sarana produksi maupun peningkatan keterampilan.

Pelatihan roasting dan barista menjadi salah satu langkah krusial untuk melengkapi dukungan tersebut, sehingga petani tidak hanya memiliki sarana pengolahan, tetapi juga keahlian untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi sesuai tren pasar.

Editor: Bali Putra