PLN UIP Sulawesi Perkuat UMK Perempuan Pesisir, Inisiasi Program “Woman Support Woman”

72
Srikandi PLN UIP Sulawesi berikan dukungan kepada Kelompok Perempuan Pesisir Paotere, komunitas beranggotakan 25 perempuan yang mengembangkan usaha kerajinan berbahan dasar sisik ikan di pesisir Paotere, Makassar, Jum’at, 30 Oktober 2026. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAr – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (PLN UIP Sulawesi) memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui program Srikandi PLN “Woman Support Woman”. Kali ini, dukungan diberikan kepada Kelompok Perempuan Pesisir Paotere yang beranggotakan 25 perempuan dengan usaha kerajinan berbahan dasar sisik ikan.

Kelompok ini, berkreasi mengolah sisik ikan menjadi produk bernilai jual. Bukan sekadar aktivitas usaha, usaha ini menjadi salah satu cara untuk menopang perekonomian keluarga.

Hanya saja, keterbatasan peralatan produksi dan fasilitas pengeringan selama ini menjadi tantangan dalam mengembangkan usaha. Pengerjaan yang mengandalkan tenaga manual, butuh waktu dan tenaga lebih besar, sementara proses pengeringan kerap terkendala ketika cuaca tidak mendukung.

Anggota Kelompok Perempuan Pesisir Paotere mengolah sisik ikan menjadi produk kerajinan bernilai jual. Keterampilan dan kreativitas tersebut menjadi salah satu upaya perempuan pesisir dalam mengembangkan usaha sekaligus menopang perekonomian keluarga. POTO: ISTIMEWA

Melihat kondisi tersebut, PLN UIP Sulawesi menghadirkan bantuan sarana produksi untuk membantu meringankan proses kerja para anggota dan mendukung keberlangsungan usaha kelompok.

Ketua Srikandi PLN UIP Sulawesi, Abigail Tonapa, mengatakan Woman Support Woman merupakan wujud dukungan sesama perempuan untuk membuka ruang bagi potensi dan kreativitas agar terus berkembang serta memberikan kontribusi bagi perekonomian keluarga.

Tak hanya penyerahan bantuan, Tim K3 PLN UIP Sulawesi juga memberikan edukasi keselamatan dan kesehatan kerja kepada anggota Kelompok Perempuan Pesisir Paotere sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam aktivitas sehari-hari. POTO: ISTIMEWA

“Kegiatan ini bukan sekadar serah terima bantuan. Kehadiran kami juga bentuk dukungan bagi perempuan tangguh yang terus berjuang dan berkarya,” katanya.

Ia percaya perempuan memiliki potensi dan kreativitas untuk memberikan kontribusi nyata, dan berharap bantuan yang diberikan bermanfaat dan menjadi penyemangat untuk terus berkembang.

“Bersama kita kuat, bersama kita tumbuh, bersama kita berkembang,” tambah Abigail.

Kegiatan tersebut juga diisi edukasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) oleh tim K3 PLN UIP Sulawesi. Sebagai bentuk dukungan lanjutan, para Srikandi PLN yang hadir turut membeli produk kerajinan sisik ikan hasil karya anggota kelompok. Langkah ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan langsung terhadap usaha yang dijalankan para perempuan pesisir.

Melalui program Woman Support Woman, PLN UIP Sulawesi berupaya menghadirkan pemberdayaan yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Dukungan ini diharapkan dapat membantu Kelompok Perempuan Pesisir Paotere mengembangkan usahanya sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menopang perekonomian keluarga.

Srikandi PLN UIP Sulawesi turut membeli produk kerajinan berbahan sisik ikan hasil karya Kelompok Perempuan Pesisir Paotere sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan nyata terhadap pengembangan usaha perempuan pesisir. POTO: ISTIMEWA

Sementara itu, Ketua Kelompok Perempuan Pesisir Paotere, Mirnawati, menyampaikan bahwa bantuan tersebut menjawab kebutuhan yang selama ini dihadapi para anggota.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PLN. Selama ini, pekerjaan masih banyak dilakukan secara manual. Teman-teman bahkan sering mengalami tangan bengkak karena harus menggunting sisik ikan menggunakan gunting biasa. Dengan adanya peralatan produksi yang lebih memadai, pekerjaan kami tentu akan jauh lebih terbantu,” ungkapnya.

Menurut Mirnawati, fasilitas pengeringan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi kelompok, terutama karena keterbatasan lahan untuk menjemur bahan dan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim hujan.

“Dengan adanya mesin pengering, kami tidak perlu terlalu khawatir ketika hujan turun karena bahan tetap bisa dikeringkan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk menjaga proses produksi tetap berjalan,” tambahnya.

Editor: Bali Putra