Anggota DPR RI Sebut Program Pemilahan Sampah Makassar Langkah Strategis Menuju Ekonomi Sirkular

91
Anggota DPR RI, Andi Muzakkir Aqil. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWSI.COM, MAKASSAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Andi Muzakkir Aqil, menyebutkan program pemilahan sampah yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, merupakan langkah strategis membangun sistem pengelolaan sampah modern, berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi, menegaskan, pengelolaan sampah, harus ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi hijau yang mampu mendorong terciptanya industri baru berbasis ekonomi sirkular.

“Persoalan sampah, tanggung jawab bersama, sehingga keberhasilannya butuh partisipasi aktif seluruh masyarakat, dimulai kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah,” jelasnya.

Menurut Andi Muzakkir, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pakan ternak, maupun bahan baku untuk budidaya maggot dan berbagai produk ramah lingkungan lain.

Sampah anorganik seperti plastik, kertas, kardus, logam, dan kaca masih memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat didaur ulang menjadi bahan baku industri.

Sampah residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali, diharapkan ke depan dapat diolah menjadi bahan baku industri energi melalui teknologi yang ramah lingkungan.

“Sampah itu sebisa mungkin harus dimanfaatkan. Tujuan akhirnya bukan hanya mengurangi timbulan sampah, juga menjadikannya sebagai bahan baku industri energi sehingga memiliki nilai ekonomi,” lanjutanya.

Menurut Andi Muzakkir, pendekatan tersebut selaras dengan tugas dan fungsi Komisi XII DPR RI yang mendorong pengembangan energi alternatif, perlindungan lingkungan hidup, serta investasi pada sektor-sektor yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat agar budaya memilah sampah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

Editor: Bali Putra