Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Hadirkan Ruang Kolaborasi Inovasi Infrastruktur Transportasi dan Arsitektur Modern

84
Pameran Maket Arsitektur di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang berlangsung hingga 8 Agustus mendatang. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAROS – Seiring perkembangan sektor transportasi udara, bandara tidak lagi sekadar tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang. Namun, juga berperan sebagai ruang kolaborasi dengan mempertemukan dunia industri, akademisi, dan para profesional untuk mendorong lahirnya inovasi di berbagai bidang, termasuk arsitektur dan konstruksi.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) Sulsel serta Forum Anggota Mahasiswa Persatuan Insinyur Indonesia (FAM PII) Universitas Hasanuddin (Unhas), menyelenggarakan Seminar dan Pameran Maket Arsitektur.

Kegiatan dengan tema “Inovasi Infrastruktur Transportasi dalam Integrasi Konstruksi & Arsitektur Modern” berlangsung di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Senin (03/08/2026).

Seminar yang menjadi wadah kolaborasi dan ruang diskusi praktisi, akademisi, dan mahasiswa dalam membahas inovasi konstruksi, arsitektur modern serta pengembangan infrastruktur transportasi berkelanjutan di masa depan, menghadirkan sejumlah narasumber.

Diantaranya Ketua FIM PII Sulsel sekaligus Anggota DPR RI Komisi V, Teguh Iswara Suardi, dan Ketua IAI Provinsi Sulsel, Syahriyunita Syahruddin. Keduanya membahas tantangan sekaligus peluang dalam mewujudkan infrastruktur transportasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan masyarakat dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Selain seminar, pengguna jasa bandara juga dapat menikmati Pameran Maket Infrastruktur dan Arsitektur hingga 8 Agustus mendatang di Area Check-in Island C dan Area Baggage Claim.

General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha menyebutkan, transformasi bandara saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan dan konektivitas, juga membuka ruang kolaborasi yang mampu menghasilkan inovasi bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

“Bandara merupakan wajah pertama sebuah daerah. Karena itu, kami menghadirkan bandara tidak hanya sebagai gerbang konektivitas, juga ruang kolaborasi, berbagai pengetahuan dan lahirnya inovasi bermanfaat bagi masyarakat” ujar Ruly Artha.

Kolaborasi dengan IAI Sulsel dan PII merupakan komitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia serta mendorong lahirnya gagasan inovatif yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia.

“Melalui seminar dan pameran, kami berharap dapat menghadirkan ruang inovasi bagi generasi muda untuk bertukar ide, pengalaman, dan perspektif. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menciptakan infrastruktur transportasi yang modern, efisien, berkelanjutan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kegiatan seminar, kedua narasumber berbagi pandangan mengenai tantangan dan peluang dalam menghadirkan infrastruktur transportasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mengikuti perkembangan teknologi, serta tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Kehadiran Teguh Iswara Suardi, memberikan sudut pandang mengenai pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah, dunia industri, akademisi, dan generasi muda dalam mendorong pembangunan infrastruktur nasional.

“Saya berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut karena manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.” ujar Teguh.

Sementara itu, perspektif dari dunia arsitektur yang disampaikan Syahriyunita Syahruddin, memperkaya diskusi mengenai peran desain, fungsi, dan inovasi dalam menciptakan ruang publik, termasuk bandara, yang tidak hanya memiliki nilai estetika tetapi juga memberikan kenyamanan dan manfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen bandara dalam membuka ruang kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai asosiasi, pemerintah, akademisi, media, hingga masyarakat dalam ruang yang terbuka dan inklusif,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan seminar dan pameran, Angkasa Pura Indonesia  Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menegaskan komitmen dengan menerapkan konsep pentahelix sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, asosiasi profesi, media, dunia usaha, dan masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus berkomitmen menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung pembangunan transportasi nasional yang inovatif, inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Bali Putra