Hingga Mei 2026, Rp6,19 Triliun Dana di Sulsel “Parkir” di Kas Daerah

133
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Kanwil DJPb Sulsel, Angkaswantoro (Tengah) saat memaparkan kinerja APBD Sulsel hingga 31 Mei 2026 di GKN II Makassar, Jumat (19/06/2026). POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Hingga Mei 2026, terdapat Rp6,19 triliun dana yang merupakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) “terparkir” di kas daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dana yang seharusnya dapat dibelanjakan atau dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan perputaran ekonomi di daerah, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sulsel, Angkaswantoro saat memaparkan kinerja APBD Sulsel pada konferensi pers Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Jumat (19/06/2026).

Menurut Angkas, dana tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dengan melirik kontraktor atau investasi swasta untuk membangun infrastruktur atau layanan publik, bisa juga untuk pengembangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menangh UMKM), serta sektor lain yang dapat menggerakkan perekonomian agar tidak stagnan, menggerakkan masyarakat, menyerap tenaga kerja yang dapat berdampak pengurangan pengangguran dan lainnya.

“Kalau dana tetap diendapkan di SILPA, tentu masyarakat di daerah tersebut tidak terstimulasi, ekonomi stagnan, kapasitas fiskal daerah tidak berkembang,” sebutnya.

Sementara terkait kinerja APBD Sulsel, Angkas mengatakan pendapatan daerah hingga 31 Mei 2026 terealisasi Rp15,69 triliun atau sekitar 36,1 persen dari target 2026 sebesar Rp43,47 triliun. Sedangkan belanja daerah Rp9,90 triliun atau sekitar 22,6 persen dari pagu Rp43,90 triliun.

Pendapatan daerah, bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp3,24 triliun (23,6 persen) dari target Rp14,48 triliun, transfer pemerintah pusat Rp12,07 triliun (45,1 persen) dari target Rp26,77 triliun, transfer antar daerah Rp162,43 miliar (9,6 persen) dari target Rp1,91 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah Rp22,17 miliar (6,7 persen) dari target RpRp330,20 miliar.

Sementara belanja daerah diantaranya untuk belanja operasi Rp8,66 triliun (26,1 persen) dari pagu Rp33,20 triliun, belanja modal Rp274,42 miliar (4,5 persen) dari pagu Rp6,17 triliun, belanja tak terduga terealisasi Rp7,22 miliar (41, persen) dari pagu Rp176,23 miliar dan belanja transfer terealisasi Rp593,76 miliar (21,9 persen) dari pagu Rp4,36 triliun.

“Dari pendapatan dan belanja daerah, terjadi surplus Rp5,79 triliun,” sebutnya.

Bali Putra