BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Study Cairns, lembaga utama untuk pendidikan dan pelatihan internasional di Tropical North Queensland, Australia, berhasil menyelesaikan serangkaian pertemuan tingkat tinggi di Makassar. Kunjungan ini merupakan delegasi Pendidikan dan Pelatihan Internasional (IET) perdana mereka ke Indonesia.
CEO Study Cairns, Suha McCartney menyebutkan, kunjungan ini, langkah signifikan memperkuat kemitraan pendidikan jangka panjang antara Cairns dan Indonesia. Fokus utamanya, menciptakan jalur yang jelas dan berkelanjutan bagi pelajar Indonesia untuk belajar, tinggal, dan bekerja di regional Australia.
Salah satu agenda utama di Makassar, pertemuan meja bundar dengan Universitas Bosowa (Unibos). Di mana, delegasi Study Cairns bertemu Direktur International Global Relations Unit Unibos, Asdar, sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman (MOU) yang ditandatangani Agustus 2025, untuk mengubahnya menjadi hasil praktis berupa mobilitas mahasiswa, kolaborasi akademik, dan program bersama.
“Kunjungan ini, tentang bagaimana komitmen bergerak menjadi aksi nyata,” ujar Suha McCartney.
Dikatakan, kemitraan Study Cairns dengan Unibos merupakan langkah penting dalam membangun jalur bermakna bagi pelajar Indonesia untuk mengakses peluang pendidikan kelas dunia di Cairns, sekaligus mendukung aspirasi karier jangka panjang mereka.
Delegasi juga berdiskusi dengan LLDIKTI Wilayah IX yang diwakili Andi Lukman beserta tim. Sebagai lembaga pemerintah Indonesia yang mengawasi perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara, LLDIKTI memegang peran vital dalam membentuk lanskap pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan ini, Study Cairns berpartisipasi dalam diskusi podcast langsung bersama Andi Lukman. Diskusi tersebut menyoroti kemitraan yang berkembang antara Cairns dan institusi Indonesia, termasuk penandatanganan MOU dengan 22 universitas. Fokus pembicaraan meliputi peningkatan kolaborasi, promosi jalur studi internasional, dan dukungan terhadap kesuksesan mahasiswa.
Turut mendampingi delegasi Study Cairns adalah David Widjaja, pendiri DWC International. David membawa keahlian luas dalam kemitraan internasional, strategi bisnis, dan pengembangan pasar dalam hubungan Australia-Indonesia. Pemahamannya yang mendalam terhadap kedua pasar, menjadi kunci dalam memandu delegasi Study Cairns, mendukung keterlibatan strategis dengan para pemangku kepentingan, serta memperkuat jalur kolaborasi jangka panjang.
Kunjungan di Makassar ditutup dengan presentasi Study Cairns dan jamuan makan malam dihadiri pemangku kepentingan pendidikan, mitra institusi, dan perwakilan pemerintah.
Acara ini dibuka resmi Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias yang menekankan pentingnya memperkuat ikatan pendidikan antara Australia dan Indonesia.
Study Cairns terus memposisikan Cairns sebagai tujuan studi regional terkemuka yang menawarkan kombinasi unik antara pendidikan berkualitas tinggi, gaya hidup, peluang kerja, dan jalur karier pasca-studi. Melalui inisiatif seperti delegasi ini, Study Cairns aktif memperluas kemitraan global dan menciptakan peluang bagi pelajar Indonesia untuk berkembang dalam komunitas yang suportif dan saling terhubung.
Editor: Bali Putra









