Ustadz Maulana Kuliah Umum Dihadapan Mahasiswa Baru Poltekpar Makassar

86
Ustadz Maulana usai memberi kuiah umum dihadapan mahasiswa baru Poltekpar Makassar, Senin (03/08/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Ustadz Maulana menyampaikan Kuliah Umum pada Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, di Balairung I Wayan Bendhi, Senin (03/08/2026).

Pada kegiatan yang diikuti 791 mahasiswa baru, Ustadz Maulana menegaskan pentingnya ilmu sebagai bekal meraih kesuksesan dunia dan akhirat.

Ustadz Maulana mengajak mahasiswa baru menanamkan semangat menuntut ilmu sejak awal perkuliahan. Menurutnya, ilmu merupakan fondasi utama dalam setiap ikhtiar manusia, baik untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupan dunia maupun sebagai bekal menuju kebahagiaan di akhirat.

Ia juga mengingatkan, keberhasilan tidak hanya ditentukan kecerdasan intelektual, juga akhlak, kedisiplinan, serta kesungguhan dalam menjalani setiap proses pembelajaran.

Kuliah umum turut menghadirkan Arifuddin Alwi, alumni Program Studi Seni Kuliner Poltekpar Makassar yang kini berkarier di PT Dupak Karya Galesong. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman meniti karier di industri serta mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan selama masa studi, mulai praktik, sertifikasi kompetensi, magang industri, hingga pengembangan jejaring profesional.

Melalui rangkaian Sidang Terbuka Senat Akademik dan Kuliah Umum, Poltekpar Makassar menegaskan komitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, juga memiliki karakter, integritas, serta semangat belajar sebagai modal menghadapi tantangan industri pariwisata yang terus berkembang.

Sidang Terbuka dipimpin Ketua Senat Akademik Politekpar Makassar, Andi Hasbi, Sidang tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik mahasiswa baru 2026/2027.

Direktur Poltekpar Makassar, Herry Rachmat Widjaja, menyebutkan, diterimanya mahasiswa di Poltekpar Makassar bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari proses pembentukan kompetensi dan karakter sebagai insan pariwisata.

Herry mengajak mahasiswa menjadikan Character, Creativity, Contribution sebagai nilai yang diterapkan selama menempuh pendidikan. Menurutnya, industri pariwisata membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga berintegritas, kreatif, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri.

Editor: Bali Putra