BISNISSULAWESI.COM, JAKARTA – Kinerja intermediasi perbankan terjaga solid dengan pertumbuhan kredit pada September 2026 sebesar 13,26 persen yoy, sehingga total penyaluran kredit menjadi Rp9.245 triliun.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi 23,20 persen secara tahunan, diikuti kredit modal kerja 11,89 persen, sedangkan kredit konsumsi tumbuh 4,86 persen. Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh tertinggi 21,31 persen. Sementara itu, kredit UMKM melanjutkan tren peningkatan dengan tumbuh positif sebesar 2,68 persen.
“Kredit perbankan tumbuh solid terutama didukung pertumbuhan kredit bank BUMN sebesar 14,78 persen yoy,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, Kamis, 05 Nopember 2026.
Per September 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK sebesar Rp31,50 triliun, tumbuh 26,68 persen, dengan jumlah rekening mencapai 34,5 juta.
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,22 persen yoy menjadi Rp10.492 triliun. Pertumbuhan tertinggi pada giro 12,64 persen, diikuti tabungan dan deposito masing-masing 9,08 persen dan 3,78 persen.
Likuiditas perbankan di level memadai dengan Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing 105,7 persen dan 24,1 persen, masih di atas threshold masing-masing 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 181,91 persen.
Dian menambahkan, kualitas kredit terjaga dengan rasio NPL gross di level 2,07 persen dan NPL net 0,82 persen. Loan at Risk (LaR) tercatat 8,50 persen. Dari sisi kinerja profitabilitas, ROA bank stabil di level 2,43 persen.
“Ketahanan perbankan tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko memadai. Tercermin dari CAR sebesar 24,30 persen,” jelas Dian.
Dalam rangka mendukung pemberantasan perjudian daring yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta perbankan melakukan Enhance Due Diligence (EDD) dan/atau pemblokiran atas 39.923 rekening terindikasi melakukan aktivitas perjudian.
Editor: Bali Putra










