
BISNISSULAWESI.COM, TANA TORAJA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) bersama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan GPPN Tana Toraja menggelar Program Desa Siaga Bencana di Kelurahan Mengkendek, 30–31 Oktober 2026. Sebanyak 120 peserta mengikuti rangkaian pelatihan dan kegiatan kesiapsiagaan tersebut.
Pelatihan dibuka Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, sekaligus melepas Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat.
“Kesiapsiagaan bencana perlu dibangun bersama, dimulai dari masyarakat. Kami mengapresiasi dukungan PLN, GPPN, BPBD, dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi dalam memberikan pembekalan serta sarana kepada warga Mengkendek. Semoga pengetahuan dan keterampilan ini terus diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat,” ujar Zadrak.

Program Desa Siaga Bencana bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi bahaya, melakukan respons awal dengan aman, dan berkoordinasi saat keadaan darurat. Pelatihan ini juga memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi risiko kebakaran yang dapat meningkat pada musim kemarau.
Dalam pelatihan tersebut, PLN UID Sulselrabar menyampaikan materi keselamatan ketenagalistrikan dalam kondisi bencana dan keadaan darurat. BPBD Kabupaten Tana Toraja membawakan materi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, penanganan awal kebakaran, prosedur evakuasi, keselamatan masyarakat, serta koordinasi dalam kondisi darurat.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi memberikan materi pencegahan dan penanganan awal kebakaran hutan dan lahan berbasis masyarakat. GPPN Tana Toraja membahas peran relawan dan kepedulian sosial dalam membangun masyarakat tangguh bencana.
Selain menerima pembekalan, peserta mengikuti praktik dan simulasi tanggap darurat. Kegiatan ini mendorong penguatan Tim Tanggap Darurat berbasis masyarakat dan peningkatan koordinasi dengan pemerintah serta instansi terkait. Program juga mendorong kesiapsiagaan yang memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, termasuk perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Sebagai dukungan bagi kesiapsiagaan dan kebutuhan masyarakat, PLN bersama para pihak menyalurkan tujuh tandon air ke sejumlah titik di wilayah program. Kegiatan sosial juga mencakup distribusi air bersih serta penyaluran 100 paket sembako.
Di kesempatan berbeda, General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, menyampaikan bahwa penguatan kesiapsiagaan masyarakat memerlukan dukungan pengetahuan, sarana, dan kerja sama lintas pihak.
“Melalui Program Desa Siaga Bencana, PLN mendukung penguatan kapasitas masyarakat sekaligus penyediaan sarana kesiapsiagaan. Kami berharap Tim Tanggap Darurat dapat terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait, serta menjaga agar sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” kata Didik.
Program Desa Siaga Bencana merupakan bagian dari komitmen PLN melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung ketangguhan masyarakat. Edukasi, latihan, dan pemeliharaan sarana diharapkan dapat dilanjutkan secara berkala agar kesiapsiagaan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Mengkendek.
Kegiatan ini melibatkan PLN UID Sulselrabar, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, BPBD Kabupaten Tana Toraja, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi, GPPN Tana Toraja, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dalam mitigasi dan penanganan bencana serta mendorong kesiapsiagaan yang inklusif dan berkelanjutan.
*/Editor: Bali Putra









