Kecamatan Ujung Pandang Kumpulkan 353,1 Kilogram Sampah di Pulau Lae-lae

83
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang, Makassar menggelar edukasi pemilahan sampah dan aksi bersih lingkungan di kawasan pesisir Kelurahan Lae-Lae, Jumat (17/07/2026).

Kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap program Makassar bebas sampah, melibatkan Ketua RT/RW, ASN Kecamatan Ujung Pandang, staf Kelurahan Lae-Lae, masyarakat setempat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) UNM,

Dalam aksi bersih lingkungan, sedikitnya 353,1 kilogram sampah berhasil dikumpulkan.

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar mengatakan, edukasi pengelolaan sampah di wilayah pulau menjadi sangat penting mengingat keterbatasan lahan serta posisi Lae-Lae yang berada di kawasan pesisir sehingga sangat rentan terhadap pencemaran laut akibat sampah.

“Karena itu, warga diberikan pemahaman agar mulai memilah sampah sejak dari rumah sebelum diangkut ke tempat pengolahan,” katanya.

Masyarakat diedukasi untuk memisahkan sampah dalam tiga kategori utama. Sampah organik berupa sisa makanan dan dedaunan yang dapat diolah menjadi kompos. Sampah anorganik seperti plastik, kertas, kardus, logam, dan botol yang bernilai ekonomi melalui proses daur ulang atau disetorkan ke bank sampah, serta sampah residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Warga juga diedukasi mengenai dampak buruk penggunaan plastik sekali pakai terhadap lingkungan, khususnya ancaman mikroplastik bagi ekosistem laut dan biota pesisir.

Nanin menegaskan, fokus utama Gerakan Zero Sampah bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya melalui penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Dengan demikian, sampah yang berpotensi mencemari pesisir dan laut dapat ditekan semaksimal mungkin.

Editor: Bali Putra