BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus Cetak 23 Ribu Relawan Siaga Bencana

75
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggandeng 23 perguruan tinggi untuk mencetak ribuan relawan muda kebencanaan, sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan akibat potensi El Nino serta meluncurkan sistem terpadu penanganan darurat di kawasan pesisir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan kolaborasi bersama perguruan tinggi merupakan salah satu strategi jangka panjang dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.

“Mahasiswa mendapat pelatihan dan pembekalan kebercanaan, dipersiapkan agar memiliki kemampuan dasar ketika dibutuhkan dalam penanganan bencana,” ujar Fadli, Jumat (17/07/2026).

Program tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani BPBD Kota Makassar bersama 23 perguruan tinggi di Kota Makassar.

“Kami memberikan pembekalan mulai vertical rescue, water rescue, medical rescue, manajemen bencana hingga pertolongan pertama,” jelas Fadli.

Keterlibatan perguruan tinggi memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mempercepat penanganan bencana di Kota Makassar. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi peserta pelatihan, juga menjadi relawan terlatih yang mampu membantu pemerintah saat terjadi bencana maupun dalam kegiatan mitigasi dan edukasi kepada masyarakat.

Program ini juga diharapkan melahirkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas kebencanaan masyarakat.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan kecepatan penanganan bencana, BPBD Kota Makassar juga resmi meluncurkan inovasi baru bernama SIGAP PESISIR (Sistem Integrasi Gerakan Adaptif Pesisir).

Melalui SIGAP PESISIR, BPBD menargetkan waktu respons penanganan darurat di wilayah pesisir dapat dipangkas drastis dari rata-rata sekitar 90 menit menjadi hanya 15 menit.

Menurut Fadli, kawasan pesisir Makassar memiliki tingkat kerawanan yang tinggi sehingga membutuhkan sistem penanganan yang lebih cepat dan terintegrasi.

Ancaman yang dihadapi wilayah pesisir meliputi banjir rob, gelombang ekstrem, abrasi pantai, cuaca buruk hingga berbagai kecelakaan di wilayah perairan.

Selain mempercepat respons pemerintah, SIGAP PESISIR juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat pesisir. Warga akan diberikan pelatihan secara berkala mengenai langkah-langkah penyelamatan awal sebelum tim penolong tiba di lokasi.

Implementasi sistem ini dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kawasan pesisir yang memiliki tingkat kerawanan tertinggi.

Selain memperkuat sumber daya manusia, BPBD Kota Makassar juga tengah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan panjang akibat fenomena El Nino.

Menurut dia, apabila nantinya pemerintah menetapkan status tanggap darurat, maka BPBD akan memiliki dasar untuk melakukan berbagai intervensi teknis, termasuk penyaluran bantuan air bersih.

Penyaluran air akan dilakukan melalui dua skema, yakni distribusi langsung menggunakan mobil tangki kepada masyarakat dan pengisian tandon-tandon air yang ditempatkan di wilayah terdampak.

Editor: Bali Putra