Kecamatan Tamalate dan Mariso Turun Tangan Bersihkan Sampah yang Memenuhi Kanal

71
Kanal menjadi salah satu tempat membuang sampah oleh oknum tidak bertanggungjawab. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Perilaku masyarakat yang masih mengabaikan kebersihan lingkungan dengan membuang sampah sembarangan ke saluran air, membuat kanal dipenuhi sampah. Seperti terlihat di kanal perbatasan Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, dengan Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate.

Hal itu, mengharuskan pemerintah kedua kecamatan turun tangan melakukan pembersihan sampah yang menumpuk di sepanjang kanal, Selasa (04/08/2026).

Camat Tamalate, Muhammad Aril Syahbani mengatakan, kondisi kanal kini sudah bersih. Dikatakan, persoalan sampah di kanal sudah berlangsung lama, dengan penyebab utama adanya masyarakat yang membuang sampah langsung ke kanal.

“Kesadaran masyarakat perlu terus ditingkatkan untuk menjaga lingkungan. Apalagi sudah berulang kali kami sosialisasi dan lakukan edukasi,” katanya.

Aril mengimbau seluruh warga untuk tidak menjadikan kanal sebagai tempat pembuangan sampah. Menurutnya, menjaga kebersihan saluran air merupakan tanggung jawab bersama demi mencegah pencemaran lingkungan dan mengurangi risiko banjir akibat tersumbatnya aliran air.

Program pemilahan sampah akan berjalan efektif apabila warga disiplin memilah sampah dari rumah dan membuangnya sesuai mekanisme yang telah disediakan.

Program pemilahan sampah, bertujuan mengurangi volume sampah masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mendorong masyarakat memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah.

Hal senada juga ditegaskan Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba. Pembersihan dilakukan akibat tumpukan sampah di kanal Jalan Nuri hingga kawasan perbatasan Kecamatan Mariso dan Kecamatan Tamalate.

Ia mengatakan, kawasan perbatasan Kelurahan Sambung Jawa (Kecamatan Mamajang), Maccini Sombala (Kecamatan Tamalate), serta Tamarunang (Kecamatan Mariso) memang selama ini menjadi titik yang kerap ditemukan tumpukan sampah akibat ulah oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Menurut Andi Syahrir, rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Editor: Bali Putra