Bupati Maros Chaidir Syam Hadiri Pengajian Akbar LDII

91
Bupati Maros, HAS Chaidir Syam. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAROS – Komitmen membangun sumber daya manusia religius berkarakter menjadi pesan utama Pengajian Akbar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Maros di Masjid Miftahul Jannah, Kabupaten Maros, Minggu (02/08/2026).

Hadir Bupati Maros, HAS Chaidir Syam bersama Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan H. Asdar Mattiro, Ketua DPD LDII Maros, Ibnu Rusyd, dan Ketua III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maros, KH Syamsuddin Adam.

Pengajian rutin bulanan, tidak hanya menjadi forum pembinaan keagamaan, juga ruang memperkuat sinergi organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan Maros melalui penguatan karakter masyarakat.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyebutkan, LDII memiliki peran strategis dalam membina generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi Maros sebagai wilayah penyangga Kota Makassar.

Chaidir menilai pembangunan infrastruktur dapat diwujudkan melalui dukungan anggaran, namun pembangunan karakter membutuhkan proses panjang dan berkesinambungan. “Karena itu, pembinaan seperti yang dilakukan LDII sangat penting,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penerapan 29 Karakter Luhur dan Tri Sukses Generasi Penerus yang menjadi program pembinaan khas LDII.

Menurut Chaidir, Indonesia tengah menghadapi bonus demografi dengan sekitar 52 persen penduduk berada pada usia produktif. Kondisi tersebut hanya akan menjadi keuntungan apabila generasi muda dipersiapkan dengan baik.

“Saya berharap seluruh warga LDII terus mendukung pembangunan Maros melalui profesi dan peran masing-masing. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar LDII,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, H. Asdar Mattiro, menegaskan seluruh warga LDII didorong untuk mengimplementasikan tiga prinsip utama organisasi, yakni karya, komunikasi, dan kontribusi.

Menurutnya, setiap warga memiliki ruang untuk berkarya sesuai kapasitas masing-masing dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Karya tidak harus besar. Menanam pohon, membersihkan lingkungan, memilah sampah, hingga membantu masyarakat adalah bentuk amal bernilai dan akan terus mengalir pahalanya,” ujar Asdar.

Ia menambahkan, LDII berkomitmen mendukung seluruh program pemerintah, mulai dari tingkat pusat, pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, hingga kelurahan.

Editor: Bali Putra