
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT PLN (Persero) terus berupaya memulihkan kondisi sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) di tengah terbatasnya pasokan listrik akibat penurunan kemampuan produksi sejumlah pembangkit, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso. Di tengah upaya tersebut, hujan mulai terpantau turun di sejumlah wilayah sekitar Danau Poso, Sulawesi Tengah. Meski menjadi perkembangan positif, curah hujan yang terjadi masih relatif terbatas sehingga belum cukup untuk meningkatkan ketersediaan air dan mendukung pemulihan produksi PLTA Poso secara signifikan.
Per 4 November 2026, daya mampu pasok PLTA Poso tercatat sebesar 200 megawatt (MW) dari kondisi normal 515 MW. Artinya, terdapat penurunan kemampuan pasok sebesar 315 MW. Kondisi ini dipengaruhi oleh terbatasnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso akibat rendahnya curah hujan selama periode El Nino.
Kondisi tersebut turut menjadi tantangan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel. Pembangkit listrik tenaga air memiliki kontribusi lebih dari 30 persen terhadap pasokan listrik pada sistem tersebut, sehingga penurunan kemampuan produksinya berdampak pada ketersediaan daya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

Berdasarkan data hidrologi PT Poso Energy per 3 November 2026 pukul 07.00 WITA, tinggi muka air Danau Poso tercatat sebesar 509,402 meter di atas permukaan laut (mdpl), turun 2 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya yang berada pada posisi 509,422 mdpl.
Pada periode yang sama, debit air masuk (inflow) Danau Poso tercatat sebesar 28,67 meter kubik per detik, sedangkan debit air keluar (outflow) mencapai 109,89 meter kubik per detik. Kondisi ini menunjukkan bahwa debit air yang masuk ke danau masih jauh lebih rendah dibandingkan debit air yang keluar untuk mendukung operasional pembangkit.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Didik Wicaksono, menyampaikan bahwa hujan yang mulai turun menjadi perkembangan positif dan diharapkan dapat terus berlanjut. Namun, peningkatan ketersediaan air dan pemulihan kemampuan produksi PLTA membutuhkan curah hujan yang cukup, merata, serta berlangsung secara berkelanjutan di wilayah tangkapan air Danau Poso.

“Turunnya hujan tentu menjadi kabar baik dan harapan bagi kita semua. Namun, kita masih membutuhkan curah hujan yang lebih merata dan berkelanjutan agar debit air masuk serta tinggi muka air Danau Poso dapat meningkat. PLN terus berkoordinasi dan melakukan berbagai upaya agar kondisi pasokan listrik dapat berangsur membaik,” ujar Didik.
Sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan potensi hujan di wilayah tersebut, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Danau Poso telah dilaksanakan sejak 21 Oktober 2026 dan masih berlangsung hingga 4 November 2026.
Berdasarkan laporan pelaksanaan hingga 3 November 2026, kegiatan TMC telah mencatat sembilan sortie penerbangan dengan total waktu terbang selama 19 jam 34 menit serta penggunaan bahan semai sebanyak 9.000 kilogram.
TMC merupakan salah satu upaya untuk mendukung peningkatan potensi hujan di wilayah sasaran. Pelaksanaannya tetap dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan kondisi awan, sehingga tidak serta-merta menjamin terjadinya hujan maupun peningkatan debit air danau dalam waktu singkat. Oleh karena itu, pemulihan kondisi hidrologi Danau Poso membutuhkan proses dan pemantauan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, PLN terus mengoptimalkan pasokan listrik melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor ketenagalistrikan, termasuk pengelolaan sistem dan pengaturan beban sesuai kondisi ketersediaan daya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan pelanggan.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat kondisi pasokan listrik saat ini. Atas kondisi tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. PLN terus berupaya mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia dan melakukan berbagai langkah pemulihan. Kami juga memohon dukungan dan doa masyarakat agar kondisi cuaca dan hidrologi di wilayah Danau Poso segera membaik,” tambah Didik.
PLN mengajak masyarakat untuk turut mendukung upaya pemulihan dengan menggunakan listrik secara bijak dan efisien. Dengan dukungan berbagai pihak serta kondisi cuaca yang diharapkan semakin membaik, ketersediaan air Danau Poso diharapkan dapat berangsur pulih sehingga kemampuan produksi PLTA meningkat dan keandalan pasokan listrik Sistem Sulbagsel semakin baik.
*/Editor: Bali Putra









