Dapur MBG Unhas Diresmikan

68
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Menteri/Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamalanrea 14, yang dikelola Yayasan Metavisi Akademik Nusantara milik Universitas Hasanuddin (Unhas). Tidak hanya untuk dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), fasilitas ini juga dirancang sebagai laboratorium hidup untuk riset nutrisi, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa menyebutkan, SPPG Unhas tidak dibangun sebagai dapur produksi biasa. Namun, merupakan sistem terintegrasi yang menghubungkan pelayanan masyarakat dengan pendidikan, penelitian, dan inovasi.

“Persoalan gizi tidak hanya terkait ketersediaan makanan, juga kualitas nutrisi, pola konsumsi, distribusi pangan, serta edukasi masyarakat. Dengan pendekatan berbasis kampus, setiap proses dapat diukur, dievaluasi, dan dikembangkan melalui data ilmiah,” ujarnya.

Unhas mendorong keterlibatan sektor internal kampus, terutama bidang pertanian dan peternakan, sebagai pemasok bahan baku program. Skema ini membuka peluang terbentuknya rantai pasok pangan sehat yang lebih pendek, efisien, dan terkontrol kualitasnya.

Selain itu, keterlibatan akademisi dan mahasiswa dinilai dapat memicu lahirnya startup berbasis agritech, teknologi pangan, hingga kewirausahaan sosial yang mendukung program gizi masyarakat.

“Ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha baru yang menopang kebutuhan program secara berkelanjutan,” tambah Rektor.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, intervensi gizi berdampak langsung terhadap tumbuh kembang anak. Berdasarkan pengamatannya di berbagai daerah, program makan bergizi menunjukkan perubahan perilaku dan kondisi fisik anak.

Gubernur juga menyampaikan, Sulawesi Selatan mencatat penurunan angka kemiskinan 0,24 persen. Salah satu faktor pendorong, bergeraknya ekonomi lokal melalui kebutuhan pasokan bahan pangan untuk program MBG.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menilai Unhas memiliki keunggulan karena mampu menyiapkan rantai pasok secara mandiri.

Melalui SPPG Tamalanrea 14, Unhas menunjukkan, kampus dapat memainkan peran baru dalam Pembangunan, bukan hanya pusat pendidikan dan penelitian, juga tempat lahirnya solusi berbasis sains untuk persoalan gizi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Peresmian dihadiri juga Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, Wakil Ketua DPD RI, Tamzil Linrung, Anggota DPR RI, Nurdin Halid, serta para Rektor PTN-BH dari seluruh Indonesia.

Editor: Bali Putra