Sediakan Air Bersih untuk Sekolah, PLN UID Sulselrabar Resmikan Dua Sumur Bor di Soppeng

172
PLN ULP Pajalesang bersama pihak SMP Negeri 2 Marioriwawo meninjau fasilitas sumur bor bantuan TJSL PLN UID Sulselrabar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi warga sekolah. POTO: KISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyediakan akses air bersih bagi sekolah dengan meresmikan dua unit sumur bor di SD Negeri 219 Madekkang dan SMP Negeri 2 Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Senin, 28 September lalu.

Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini memberikan manfaat bagi 333 guru dan murid dalam memenuhi kebutuhan sanitasi dan operasional sekolah.

Peresmian dilaksanakan Manager PLN ULP Pajalesang, Basri Kula, bersama pihak sekolah. Bantuan menjangkau 83 penerima manfaat di SD Negeri 219 Madekkang dan 250 penerima manfaat di SMP Negeri 2 Marioriwawo.

PLN ULP Pajalesang bersama pihak SD Negeri 219 Madekkang meninjau fasilitas sumur bor bantuan TJSL PLN UID Sulselrabar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi warga sekolah. POTO: ISTIMEWA

Fasilitas yang dibangun berupa sumur bor dalam, dilengkapi pompa submersible dan instalasi pendukung untuk menyalurkan air bagi kebutuhan warga sekolah.

Sebelumnya, kedua sekolah menghadapi keterbatasan air bersih, terutama saat musim kemarau. Kondisi ini menghambat pemenuhan kebutuhan kebersihan dan sanitasi, bahkan membuat murid harus membawa air dari rumah. Kehadiran sumur bor kini membantu sekolah memenuhi kebutuhan air untuk toilet, tempat wudhu, cuci tangan, serta pemeliharaan kebersihan lingkungan.

Pada kesempatan berbeda, Plh. General Manager PLN UID Sulselrabar, Albert Safaria, menyebutkan, penyediaan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan pendidikan.

Keceriaan Siswa dan Guru SMP Negeri 2 Marioriwawo menyambut bantuan sumur bor dari TJSL PLN UID Sulselrabar yang kini memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung kenyamanan aktivitas di sekolah. POTO: ISTIMEWA

“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang menunjang kesehatan dan kenyamanan warga sekolah. Melalui program TJSL ini, PLN ingin membantu guru dan murid menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan lebih baik,” ujar Albert.

Ia berharap fasilitas sumur bor dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya terus dirasakan oleh warga sekolah.

Kepala SD Negeri 219 Madekkang, Haeruddin, mengapresiasi bantuan PLN yang telah menjawab kebutuhan air bersih di sekolahnya.

Keceriaan siswa dan guru SD Negeri 219 Madekkang menyambut bantuan sumur bor dari TJSL PLN UID Sulselrabar yang menghadirkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah. POTO: ISTIMEWA

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan sumur bor ini. Dahulu, ketika musim kemarau, anak-anak harus membawa air dari rumah karena ketersediaan air di sekolah terbatas. Sekarang air sudah melimpah dan dapat digunakan untuk kebutuhan operasional sekolah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Haeruddin.

Hal senada disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Marioriwawo, Hj. Nur Alam Sainuddin. Ia menyampaikan, ketersediaan air bersih membawa perubahan bagi aktivitas guru dan murid, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PLN terhadap kebutuhan sekolah. Sebelumnya, kami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air untuk sanitasi dan kegiatan sehari-hari di sekolah dapat terpenuhi, sehingga guru dan murid dapat beraktivitas dengan lebih nyaman,” tuturnya.

Manfaat bantuan juga dirasakan langsung oleh Miska Maisarah, salah satu siswa SMP Negeri 2 Marioriwawo. Ia menyampaikan terima kasih karena sekolahnya kini tidak lagi mengalami kekurangan air bersih.

“Terima kasih kepada PLN karena sudah membantu menyediakan air bersih di sekolah kami. Dulu kami mengalami krisis air bersih, tetapi sekarang sudah tidak kekurangan air lagi,” ungkap Miska.

Ketersediaan air bersih di kedua sekolah turut mendukung pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan fasilitas yang memadai, sekolah diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan secara lebih konsisten dan mengurangi kendala pasokan air pada musim kemarau.

Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya TPB 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta TPB 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera Melalui kolaborasi dengan pihak sekolah, PLN UID Sulselrabar berupaya memastikan bantuan memberikan manfaat berkelanjutan bagi dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

*/Editor: Bali Putra