Resmi Dibuka, FinExpo 2026 Diikuti 28 Booth LJK Targetkan 25 Ribu Pengunjung dengan Transaksi di Atas Rp5,5 Miliar

119
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi didampingi Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin bersama panitia saat membuka resmi FinExpo 2026 di TSM Makassar, Sabtu, 03 Oktober 2026. POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Finansial Expo (FinExpo) 2026 dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 resmi dibuka, Sabtu, 03 Oktober 2026. Namun demikian, berbagai acara FinExpo sudah mulai digelar sejak, Jumat, 02 Oktober 2026.

Dalam tiga hari pelaksanaan, FinExpo diikuti 28 booth lembaga jasa keuangan (LJK) termasuk Booth Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). FinExpo menargetkan 25 ribu pengunjung dengan transaksi di atas Rp5,5 miliar.

“Jadi, selama tiga hari ini, masyarakat dapat mengunjungi 28 booth untuk mendapatkan pemahaman mengenai lembaga jasa keuangan dan produk yang dijual,” ungkap Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch. Muchlasin.

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi didampingi Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin tampak mengunjungi nbooth usai pembukaan FinExpo 2026 di TSM Makassar, Sabtu, 03 Oktober 2026. POTO: BALI PUTRA

Ia berharap gelaran FinExpo 2026 mampu mencapai target pengunjung dengan penjualan yang lebih baik atau melampaui realisasi tahun lalu. Di mana, pada FinExpo 2025 realisasi penjaualan Rp5,5 miliar.

“Harapan kami, tahun ini realisasi penjualan melebihi realisasi tahun lalu,” sebutnya.

Muchlasin mengapresiasi seluruh Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan yang terus bersama-sama membangun industri jasa keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia mengajak semua pihak bersama mewujudkan semangat BIK 2026 sebagaimana tema yang diangkat “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”.

FinExpo kata Muchlasin, merupakan upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai industri jasa keuangan.

OJK bersama industri jasa keuangan terus mendorong agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga memahami produk yang digunakan.

“Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah adanya kesenjangan antara masyarakat yang sudah menggunakan produk jasa keuangan dengan masyarakat yang benar-benar memahami produk dan layanan tersebut,’ katanya.

Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk mendekatkan industri jasa keuangan dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai produk, manfaat, risiko, serta cara menggunakan layanan keuangan secara bijak.

Sementara itu, Ketua Panitia FinExpo 2026 yang juga Regional CEO BRI Makassar, Riza Pahlevi, berharap kegiatan ini dapat membuat masyarakat semakin mengenal industri jasa keuangan, memahami produk dan layanan yang tersedia, serta semakin bijak dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan.

FinExpo tidak hanya menjadi tempat untuk memperkenalkan produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dengan industri jasa keuangan.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tercatat 93,01 persen masyarakat telah menggunakan produk dan/atau layanan jasa keuangan. Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil SNLIK 2025 sekitar 92,7 persen.

Namun, masih terdapat kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat. Menunjukkan, literasi keuangan masyarakat masih perlu ditingkatkan agar penggunaan produk dan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

“Semoga FinExpo dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap industri jasa keuangan,” harapnya.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi menyebutkan, masyarakat Sulawesi Selatan saat ini sudah memiliki akses yang cukup luas terhadap jasa keuangan. Namun, masih terdapat kesenjangan sekitar 33 persen antara masyarakat yang telah memiliki akses atau menggunakan jasa keuangan dengan masyarakat yang benar-benar memahami produk dan layanan keuangan.

Karena itu, industri keuangan yang inklusif harus terus dikembangkan, terutama untuk mendukung pelaku UMKM yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Sulawesi Selatan.

FinExpo 2026 diakui bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk mengedukasi masyarakat mengenai produk dan layanan jasa keuangan.

Bagi generasi muda, perkembangan ekonomi dan industri keuangan harus dihadapi dengan dua hal. Pertama, harus mampu melihat potensi yang ada dan menjemput peluang tersebut. Kedua, harus menyadari berbagai risiko dan ancaman yang muncul dalam perkembangan industri keuangan.

“Masih adanya masyarakat yang belum memahami literasi keuangan menunjukkan pentingnya industri jasa keuangan untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan FinExpo 2026 sebagai ruang untuk lebih mengenal produk-produk keuangan yang legal, memahami manfaat dan kegunaannya, memperoleh informasi dan edukasi, serta memahami risiko dari setiap produk keuangan sebelum menggunakannya.

Bali Putra