
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) terus mengintensifkan upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat. Hingga Juli 2026, melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) setidaknya digelar 198 kegiatan menyasar 2.204.391 peserta.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin menyebutkan, masyarakat umum menjadi sasaran prioritas edukasi peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Sulselbar, dengan 105 kali kegiatan yang melibatkan 2.192.485 peserta.
Kemudian pelajar/mahasiswa/pemuda dengan 52 kali kegiatan melibatkan 7.056 peserta, UMKM 10 kegiatan melibatkan 1.210 peserta, profesional 17 kegiatan (1.930 peserta), petani/nelayan 9 kegiatan (990 peserta), dan komunitas 5 kegiatan yang melibatkan 720 peserta.
“Hingga Juli 2026, OJK juga menunjuk duta literasi dengan jumlah akun registrasi sebanyak 1.557 akun yang terdiri dari komunitas, mahasiswa, guru, dan dosen tersebar di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat,” ujar Muchlasin.
Upaya peningkatan literasi keuangan juga dilakukan melalui Indonesia Sharia Financial Olimpiad (ISFO) 2026 dengan kegatan berupa cerdas cermat keuangan syariah untuk pelajar SMA sederajat dan mahasiswa dan wirausaha muda syariah ubtuk mahasiswa.
Cerdas cermat digelar 20 Agustus hingga 24 September 2026. Sementara wirausaha muda syariah bakal digelar 18 Agustus – 24 September 2026.
Dari sisi peningkatan inklusi keuangan masyarakat, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus mendorong budaya menabung sejak dini dengan target satu rekening satu pelajar, di mana saat ini sudah mencapai 2.187.810 rekening dengan nominal Rp412,38 miliar.
Mendorong percepatan akses keuangan melalui digitalisasi produk layanan/keuangan menggunakann QRIS, di mana saat ini terdapat 158.590 total merchant QRIS di Sulsel.
Juga dilaksanakan edukasi keuangan dan bussines matching di tiga desa EKI yang bersinergi dengan program KNMP, serta berbagai kegiatan lain.
Tumbuh Signifikan
Peningkatan literasi dan inklusi sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan, salah satunya tercermin dari tingkat inklusi masyarakat terhadap produk pasar modal yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Terlihat dari jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulsel yang tumbuh sebesar 79,28 persen (yoy), menjadi 766.125 SID.
“SID di Sulsel masih didominasi portofolio reksa dana yang menngalami pertumbuhan tertinggi mencapai 81,35 persen. Kemudian SID saham tumbuh 44,66 persen, dan SID Surat Berharga Negara atau SBN tumbuh 24,30 persen,” sebut Muchlasin.
Bali Putra









