
BISNISSULAWESI.COM, MAROS – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyalurkan bantuan bibit mangrove dan dukungan pengembangan sarana prasarana ekowisata mangrove sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir dan keselamatan penerbangan.
Program ini merupakan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan pesisir dan keselamatan operasional penerbangan. Penanaman Mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, juga menjadi bagian dari pengelolaan kawasan sekitar bandara yang dilakukan terencana dan berbasis kajian lingkungan.
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin meminimalkan potensi bird strike dengan menerapkan pengelolaan habitat satwa liar di sekitar kawasan operasional agar tidak meningkatkan konsentrasi burung pada jalur lepas landas maupun pendaratan pesawat. Oleh karena itu, pengelolaan vegetasi dilakukan termasuk penanaman mangrove, dilaksanakan dengan memperhatikan hasil kajian habitat satwa liar, karakteristik lingkungan serta koordinasi bersama instansi terkait.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha menyebutkan, program CSR ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekaligus kontribusi dalam mendukung keselamatan penerbangan.
“Pelestarian lingkungan dan keselamatan penerbangan merupakan dua aspek yang harus berjalan beriringan. Semoga bantuan bibit mangrove bermanfaat bagi ekosistem pesisir, meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan, serta mendukung operasional bandara yang aman, selamat dan berkelanjutan” ujar Ruly Artha.
Selain penyerahan bibit mangrove, Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga memberikan dukungan pengembangan sarana dan prasarana dalam mendorong kawasan mangrove menjadi destinasi ekowisata yang berkelanjutan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Melalui peningkatan fasilitas pendukung, mampu menjadi ruang edukasi lingkungan, konservasi pesisir, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp250,5 juta, terdiri atas bantuan 60.000 bibit mangrove senilai Rp77,5 juta serta dukungan pengembangan sarana dan prasarana senilai Rp173 juta.
“Bantuan tersebut disalurkan melalui Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat,” katanya.
Direktur Eksekutif Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat, Hidayat Paloloi mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
“Bantuan bibit mangrove dan pengembangan sarana prasarana tidak hanya mendukung upaya pelestarian ekosistem pesisir, juga menunjukkan bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga keamanan operasional penerbangan. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga upaya konservasi lingkungan berjalan berkesinambungan,” ujar Hidayat Paloloi.
Editor: Bali Putra









