Di Forum APINDO 2026, Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur

124
Munafri saat menjadi pembicara di Forum APINDO 2026. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menawarkan Kota Makassar sebagai hub investasi Indonesia Timur. Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam Business Investment Forum, sebagai rangkaian Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) 2026, Senin (03/08/2026).

Di hadapan para pengusaha, Munafri memaparkan sejumlah keunggulan Makassar yang dinilai menjadi modal penting dalam menarik investasi. Posisi geografis yang strategis, pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, serta iklim investasi yang didukung tata kelola pemerintahan berbasis Smart City.

Posisi Makassar semakin strategis karena berada pada jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menghubungkan aktivitas ekonomi antara Australia, Asia, hingga benua lain. Posisi tersebut memperkuat Makassar sebagai hub pergerakan barang, jasa, sekaligus tenaga kerja di kawasan Indonesia Timur.

Appi menegaskan, investasi menjadi salah satu sektor penting bagi Makassar karena kota ini tidak memiliki sumber daya alam seperti sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan. Karena itu, Pemkot Makassar berupaya memastikan kemudahan, hospitality, serta jaminan bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di Makassar.

Tren realisasi investasi Makassar terus meningkat. Setelah terkoreksi pada 2024, realisasi investasi rebound pada 2025, ditandai meningkatnya investasi asing sekaligus pertumbuhan investasi dalam negeri.

“Lima negara dengan investasi besar di Makassar, Malaysia, Singapura, Hong Kong, China, dan Jepang,” katanya.

Ia juga memperkenalkan sejumlah potensi dan proyek pengembangan. Di sektor pariwisata, Makassar mendorong pengembangan kawasan sports tourism di Untia yang diawali pembangunan stadion sepak bola milik pemerintah kota.

Gugusan Kepulauan Spermonde berpotensi besar dikembangkan sebagai destinasi wisata maritim sekaligus memperpanjang length of stay wisatawan di Makassar.

Sementara dari sektor industri, Kawasan Industri Makassar (KIMA) yang tingkat okupansinya lebih dari 90 persen. Kawasan tersebut menjadi pusat hilirisasi berbagai komoditas dari daerah lain, termasuk kopi dan hasil perikanan, sekaligus mendukung aktivitas ekspor-impor dari Makassar.

Ia menambahkan, potensi perikanan, pertanian, industri pengolahan makanan, hingga dukungan perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin menjadi ekosistem yang dapat memperkuat investasi dan riset di Kota Makassar.

Munafri menegaskan Makassar merupakan kota yang terus tumbuh dan terbuka terhadap peluang investasi. Ia juga mengajak para peserta forum menikmati potensi lain yang menjadi identitas Makassar.

Editor: Bali Putra