
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Sebanyak 110.400 debitur telah mendapat layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari sejumlah perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel), pada periode hingga Mei 2026. Dari jumlah debitur tersebut, penyaluran (KUR) mencapai Rp7,78 triliun dengan subsidi bunga yang ditanggung pemerintah sebesar Rp683,23 miliar.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sulsel, Angkaswantoro saat memberi keterangan di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Pekan lalu.
Dikatakan, dari KUR yang disalurkan, diantaranya menyasar sektor pertanian dengan nilai KUR yang dikucurkan Rp3,62 triliun, perdagangan Rp2,02 triliun, real estate Rp671,79 miliar, dan sektor lainnya sebesar Rp1,47 triliun.
“Untuk subsidi bunga KUR, Sulsel menjadi provinsi dengan nilai subsidi bunga KUR terbesar secara nasional di luar pulau Jawa,” kata Angkas seraya menyebutkan, ini menjadi bagian dari belanja pemerintah pusat yang berdampak di daerah.
Selain KUR, berbagai program pemerintah yang terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Sulsel diantaranya Makan Bergizi Gratis dengan 1,92 juta penerima. Dimana, di Sulsel terdapat 863 SPPG, 5.201 suplier, serta menyerap 39.620 tenaga kerja.
Kemudian, pendirian 3.080 gerai Koperasi Merah Putih dengan volume transaksi 28.632 transaksi, yang berdampak ekonomi sebanyak Rp362,84 Juta. Juga, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 5.292 unit rumah senilai Rp689,80 miliar, serta produksi 5.399.174 ton padi untuk program Ketahanan Pangan, dan realisasi 16 Sekolah Rakyat.
Bali Putra








