Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

81
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Sekolah Islam Athirah, Rabu, 28 Oktober 2026, menjadi ruang pembelajaran karakter bagi siswa. Tidak sekadar mengikuti upacara, para siswa terlibat langsung sebagai pelaksana, mulai pemimpin upacara hingga pembina upacara.

Upacara yang diikuti seluruh guru, karyawan, dan siswa juga diwarnai penggunaan pakaian profesi dan batik sebagai representasi keberagaman Indonesia.

Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Makassar, Aman Uppi, mengatakan, upacara peringatan hari besar nasional tidak berhenti pada kegiatan seremonial, namun dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan karakter siswa.

“Di Athirah, kami tidak hanya mengajarkan kepemimpinan secara teori, juga memberikan kesempatan siswa mempraktikkannya. Ketika mereka diberi tanggung jawab sebagai pelaksana upacara, mereka belajar memimpin, disiplin, dan menjalankan amanah dengan baik,” ujarnya.

Bagi siswa, peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Menurut saya, Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menghargai dan bekerja sama. Sebagai generasi muda, kami punya tanggung jawab untuk menjaga persatuan, belajar dengan sungguh-sungguh, dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia,” ujar salah seorang siswa, Khanza Nafisa Willyanto.

Penggunaan pakaian profesi dan batik turut memperkuat pesan tentang kebinekaan. Perbedaan profesi, latar belakang, dan identitas budaya merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang perlu dikenalkan kepada siswa sejak dini, sekaligus menjadi fondasi untuk menumbuhkan rasa persatuan dan nasionalisme.

Editor: Bali Putra