Semester I-2026, Bea Cukai Sulbagsel Amankan 83,98 Juta Batang Rokok Ilegal, Lampaui Penindakan Sepanjang 2025

74
Kepala Kanwil bea Cukai Sulbagsel, Martha Octavia didampingi Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sulbagsel, Satya Nugraha, Kepala Bidang Kepatuhan Internal Bea Cukai Sulbagsel, Benny Mayawijaya, dan Kasi BK Humas Bea Cukai Sulbagsel, Cahya Nugraha saat memaparkan hasil penindakan dihadapan awak media di Aula Tamalate Lantai 3 Kanwil Bea Cukai Sulbagsel di Makassar, Rabu (15/07/2026). POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Peredaran rokok ilegal di wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Bea Cukai Sulbagsel) tergolong masif. Tercermin dari hasil kinerja pengawasan terhadap peredaran barang hasil tembakau tersebut.

Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Martha Octavia menyebutkan, setiap batang rokok ilegal yang beredar bukan hanya melanggar hukum, juga mengurangi potensi penerimaan negara dari sektor cukai.

Semester I-2026, Bea Cukai Sulbagsel mengamankan lebih dari 83,98 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang Rp129,341 miliar dan potensi kerugian negara Rp83,943 miliar.

“Angka ini meningkat signifikan bahkan melebihi hasil penindakan satu tahun di 2025 sekitar 50 juta batang,” ungkap Martha yang saat itu didampingi Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sulbagsel, Satya Nugraha, Kepala Bidang Kepatuhan Internal Bea Cukai Sulbagsel, Benny Mayawijaya, dan Kasi BK Humas Bea Cukai Sulbagsel, Cahya Nugraha di Lantai 3 Kanwil Bea Cukai Sulbagsel di Makassar, Rabu (15/07/2026).

Dikatakan, penindakan ini mempersempit ruang peredaran rokok ilegal, menciptakan persaingan usaha yang sehat, serta mendorong peningkatan kepatuhan di bidang cukai.

Dengan penindakan yang massif dilakukan Bea Cukai selama ini, kekosongan rokok di Sulawesi Selatan (Sulsel), utamanya Makassar diisi rokok-rokok legal. Walaupun diakui, produksi rokok di daerah ini belum meningkat, dan rokok-rokok legal yang dipasarkan berasal dari pulau Jawa.

“Istilahnya, Sulawesi Selatan, khususnya Makassar itu sifatnya sebagai pemasaran, rokok hasil produksi pulau Jawa, diantaranya Jawa Timur. Jadi, secara langsung itu juga berdampak peningkatan penerimaan cukai secara nasional,” sebutnya.

Selain rokok ilegal, Bea Cukai Sulbagsel juga mengamankan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dengan barang hasil penindakan sebanyak 3.072,49 liter. Nilai barang diperkirakan hampir Rp 1 miliar atau persisnya di angka Rp947,261 juta dan potensi kerugian negara Rp340,216 juta.

Selain itu, juga tidak kalah penting penindakan terhadap barang yang menjadi musuh bersama, yakni Narkotika, Psikotropika dan Prekursor. Di mana, sepanjang semester I-2026, dari delapan kali penindakan, diamankan 6.946 gram methamphetamine, 4.488 gram ganja, 135 miiliter synthetic cannabinoid cair, 1.070 butir tramadol, dan 7.000 butir trihexyphenidyl.

Dari hasil penindakan yang dilakukan Bea Cukai, ditindaklanjuti secara ultimum remidium 29 berkas dengan nilai Rp3,588 miliar. Dua berjas lainnya, ditindaklanjuti ke proses penyidikan dan telah P21 di kejaksaan.

Sejalan dengan upaya penindakan yang dilakukan, realisasi penerimaan cukai semester I-2026 mencapai Rp31,723 miliar atau sekitar 29,61 persen dari target penerimaan cukai 2026 Rp107,149 miliar.

Capaian ini menunjukkan bahwa pengawasan dan penindakan yang konsisten berkontribusi dalam mendukung optimalisasi penerimaan negara.

“Mari bersama berantas rokok ilegal. Karena setiap batang rokok ilegal yang berhasil dihentikan adalah langkah nyata menjaga penerimaan negara, melindungi industri dan mendukung pembangunan Indonesia,” ajak Martha.

Ia mengatakan, dengan luas wilayah pengawasan hampir 100 ribu kilometer persegi, dan bentangan garis pantai sepanjang 6.585 kilometer, wilayah kerja Bea Cukai Sulbagsel tergolong rentan terhadap penyelundupan. Sementara, jumlah sumber daya manusia sekitar 359 orang yang mencakup tiga provinsi yang menjadi area koordinasi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Sehigga kerjasama dan kolaborasi dengan seluruh pihak sangat diperlukan untuk menekan aktifitas ilegal tersebut.
Bali Putra