
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Per 30 Juni 2026, QRIS telah menjangkau 63,3 juta pengguna dan 46 juta merchant di seluruh Indonesia, yang sebagian besar merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selama implementasinya sejak 17 Agustus 2019, QRIS telah memfasilitasi sekitar 37 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp3,5 triliun.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel), Rizki Ernadi Wimanda pada kegiatan “Sultan QRIS Run 2026”, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Dikatakan Rizki, pertumbuhan positif dari tahun ke tahun tersebut, juga terlihat nyata di Sulsel. Per 30 Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Sulsel telah mencapai 1,48 juta pengguna, 1,46 juta QRIS pada merchant, dengan volume transaksi mencapai 151 miliar transaksi.
“Hal ini terlihat nyata di kehidupan sehari-hari. Kita dapat melihat bagaimana QRIS digunakan mulai dari pedagang besar, pedagang pasar, warung kopi, UMKM, pusat perbelanjaan, transportasi, destinasi wisata, hingga berbagai layanan lain,” kata Rizki.
Bagi pelaku merchant, QRIS membuka akses terhadap pembayaran digital tanpa harus menyediakan berbagai macam QR Code. Bagi masyarakat, QRIS memberikan pilihan bertransaksi yang semakin praktis. Sementara bagi perekonomian daerah, semakin luasnya transaksi digital turut mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi yang semakin efisien, transparan dan inklusif.
Menurut Rizki, tujuh tahun perjalanan QRIS (Sejak 2019, red) tidak hanya mencerminkan perkembangan teknologi sistem pembayaran, tetapi juga perjalanan masyarakat Indonesia menuju ekonomi dan keuangan digital yang semakin inklusif.
“Ketika kita berbicara mengenai tujuh tahun QRIS, yang kita rayakan bukan hanya perjalanan sebuah sistem pembayaran. Yang kita rayakan adalah perjalanan jutaan masyarakat dan pelaku usaha Indonesia dalam beradaptasi, bertumbuh, dan mengambil bagian dalam transformasi digital,” ujar Rizki.
Memasuki tahun ke delapan implementasinya, Bank Indonesia terus mendorong agar QRIS semakin sering digunakan, semakin luas dimanfaatkan dengan beragam fitur penggunaannya, dan semakin aman dalam bertransaksi.
Untuk itu, perluasan akseptasi QRIS akan terus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan data pribadi, PIN, OTP, serta informasi penting lain.
“Sultan QRIS Run 2026’ sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi Bank Indonesia dengan industri jasa keuangan di Sulsel. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Penutupan Porsebank Sulsel 2026, yang telah berlangsung sejak 2 Agustus 2026.
Bali Putra









