PLN Tambah 62 MW Pembangkit, Perkuat Sistem Kelistrikan Sulbagsel di Momentum HLN ke-81

71
Operator PLN mengoperasikan panel kubikel Tambahan 62 MW pembangkit guna menjaga pasokan listrik Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara tetap andal. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) melalui penambahan kapasitas pembangkit sebesar 62 megawatt (MW) di tiga lokasi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN UID Sulselrabar menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Tambahan kapasitas tersebut berasal dari tiga pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) diantaranya, PLTD Bulukumba (20 MW) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dengan pengembangan Tahap II (30 MW) yang sedang berjalan.

PLTD Sidera (20 MW) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dengan pengembangan Tahap II (30 MW) yang sedang berjalan. Juga PLTD Ladumpi (22 MW) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Crane mengangkat kontainer unit pembangkit ke lokasi pemasangan di PLTD Ladumpi. Penambahan kapasitas 62 MW di tiga lokasi akan memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel. POTO: ISTIMEWA

Penambahan pembangkit ini memperkuat sistem kelistrikan Sulbagsel, mengurangi potensi pemadaman listrik, dan mendukung keandalan pasokan bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Dampak tersebut dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil. Suci, pemilik usaha kelontong mengaku bersyukur dengan pasokan listrik yang membaik. Bagi Suci, listrik yang stabil membuat usahanya dapat berjalan lebih lancar, mulai dari menjaga kualitas barang dagangan yang membutuhkan pendingin.

“Alhamdulillah, sekarang listrik jauh lebih stabil. Dulu kalau listrik sering padam, minuman dingin dan barang dagangan saya bisa rusak, jualan juga jadi terganggu. Sekarang toko bisa buka lebih lama, Listrik yang andal sangat membantu usaha kecil seperti kami agar terus berkembang,” tutur Suci.

Tampak udara PLTD Bulukumba yang tengah dikembangkan, dengan deretan unit pembangkit berkontainer dan fasilitas pendukungnya telah dioperasikan. POTO: ISTIMEWA

General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, mengatakan bahwa penambahan kapasitas ini merupakan wujud nyata kehadiran PLN bagi masyarakat.

“Setiap tambahan megawatt adalah langkah menuju sistem kelistrikan yang lebih kuat dan semakin andal. Kami berkomitmen terus memperkuat pasokan listrik agar aktivitas dan kebutuhan listrik masyarakat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara dapat terlayani dengan baik,” ujar Didik.

Pelanggan pengguna listrik merasakan manfaat nyata hingga usahanya dapat berjalan lebih lancar dan mendukung aktivitasnya sehari hari. POTO: ISTIMEWA

Upaya ini hadir bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 pada 27 Oktober 2026. Momentum ini mengingatkan perjalanan panjang kelistrikan Indonesia sejak 1945, sekaligus menegaskan bahwa PLN terus bergerak menghadirkan energi yang andal bagi negeri. Di usia ke-81, PLN berkomitmen memastikan listrik tidak hanya tersedia, tetapi juga menjadi penggerak kehidupan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Di momentum Hari Listrik Nasional ke-81, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersama PLN menjaga dan memanfaatkan listrik secara aman, bijak, dan produktif,” tutup Didik.

*/Editor: Bali Putra