
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus melakukan langkah penguatan penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar dan jalur lintas Sulawesi, guna menjaga kelancaran distribusi energi bagi masyarakat dan sektor transportasi.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, menjelaskan, antrean kendaraan yang terjadi di beberapa SPBU dipengaruhi peningkatan kebutuhan Biosolar subsidi pada Juni 2026.
Di saat bersamaan, tingginya permintaan berbagai produk BBM dari wilayah supply point Integrated Terminal Makassar menyebabkan intensitas distribusi mobil tangki meningkat, ditambah sejumlah armada yang sedang menjalani program pemeliharaan berkala sehingga memerlukan penyesuaian pola pengiriman ke beberapa lembaga penyalur.
“Pertamina memastikan stok Biosolar subsidi untuk wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar dan jalur lintas Sulawesi, dalam kondisi aman dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami terus melakukan berbagai upaya agar penyaluran dapat berjalan optimal di tengah peningkatan konsumsi yang terjadi,” ujar Yoga.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah melakukan penambahan penyaluran Biosolar subsidi di wilayah Kota Makassar sebesar 10 hingga 15 persen dibandingkan rata-rata penyaluran normal pada Juni 2026. Selain itu, koordinasi bersama Elnusa terus dilakukan untuk mempercepat distribusi ke SPBU, termasuk melalui penambahan armada spot charter guna memperkuat kelancaran suplai di sejumlah wilayah.
Pertamina juga terus melakukan monitoring transaksi BBM subsidi jenis Biosolar maupun Pertalite secara rutin untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan dan dapat diterima oleh konsumen yang berhak. Di tingkat SPBU, pengaturan antrean melalui marshaling serta penambahan operator pelayanan turut dilakukan guna mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan, Pertamina terus berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan kualitas layanan di SPBU.
“Peningkatan kebutuhan energi di sejumlah wilayah menjadi perhatian kami. Karena itu berbagai langkah penguatan distribusi terus dilakukan agar pasokan tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan baik. Kami juga mengajak masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya agar distribusi energi dapat berjalan lebih optimal,” jelas Lilik.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk dan layanan Pertamina atau menemukan kendala maupun indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135. Setiap laporan yang diterima akan diteruskan sesuai mekanisme yang berlaku untuk ditindaklanjuti bersama pihak terkait.
*/Editor: Bali Putra








