Pembatalan Penerbangan Dampak Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berlanjut

62
Ilustrasi, penumpang di ruang tunggu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Poto diambil beberaa waktu lalu. POTO: DOK. ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAROS – Dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan masih berlanjut. Hingga siang hari, Senin, 7 September 2026, sebanyak 38 penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin batal terbang. Terdiri dari 21 penerbangan kedatangan dan 17 keberangkatan dari dan menuju Cengkareng.

“Iya, info terdampak masih jalan terus. Namun, kemungkinan ada kabar baik disananya (Cengkareng, red). Semoga secepatnya kembali normal, kalau tidak diperpanjang notam lagi,” ungkap Plt. Branch Communication & CSR Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Fascal Ramadhan, Senin siang.

Seorang penumpang maskapai Citilink rute Ujung Pandang – Jakarta, Ketut Suratha Arsana yang sesuai jadwal hendaknya berangkat malam ini, juga menjadi salah satu penumpang terdampak. Pemilik kode booking NNVWSR yang Minggu, 6 September 2026 ada kegiatan di Makassar, terpaksa harus memperpanjang waktu menginapnya di sebuah hotel di Makassar.

“Saya menerima informasi dari pihak Citilink via pesan whatsapp, yang mengabarkan bahwa penerbangan saya QG-341 rute Ujung Pandang – Soekarno Hatta hari ini (7 September 2026) dibatalkan dikarenakan Erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Ketut.

Namun demikian, Ketut mengaku memaklumi hal tersebut karena kondisi force majeure. “Penyebab penundaan karena faktor alam, di luar kendali manusia. Pihak Citilink juga bersikap profesional, segera memberi update informasi dengan cepat,” jelasnya.

Selain memberi informasi pembatalan, pihak Citilink kata Ketut, juga memberi dua pilihan kepada penumpang, apakah reschdule tanpa dikenai biaya atau refund dengan penggantian penuh.

“Layanannya juga saya rasa simpatik. Walaupun, hingga saat ini saya belum mendapat kepastian jadwal penerbangan baru karena pihak Citilink juga tergantung pada dibukanya kembali operasional bandara Soekarno Hatta,” ujar Ketut seraya mengaku memilih reschedule atau menjadwalkan ulang penerbangan. Di mana, permohonannya sudah mendapat respon pihak Citilink, dan menunggu untuk dapat jadwal baru.

Seperti diketahun, Minggu, 6 September 2026, sebanyak 46 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mengalami pembatalan penerbangan sebagai dampak abu vulkanik akibat erupsi gunung anak Krakatau. Pembatalan penerbangan terdiri dari 20 penerbangan kedatangan (arrival) dan 26 penerbangan keberangkatan (departure), rute dari dan menuju Jakarta (CGK).

Bali Putra