
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pelajar menjadi salah satu kelompok rentan terjerat penyalahgunaan narkoba. Penguatan pengetahuan sejak dini diperlukan agar generasi muda mampu mengenali berbagai bentuk dan modus peredaran narkoba serta memahami dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan.
Hal itu disampaikan Kepala BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Brigjen Pol. Agung Prabowo saat menjadi pemateri dalam kegiatan edukasi anti narkoba yang digelar PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 di SMA Negeri 4 Makassar, Rabu, 9 September 2026.
“Generasi muda harus memiliki keberanian untuk mengatakan tidak pada narkoba. Pengetahuan yang benar menjadi benteng awal agar pelajar tidak mudah terpengaruh ajakan maupun lingkungan yang dapat menjerumuskan mereka,” kata Agung.

Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama pemerintah, sekolah, keluarga, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kolaborasi seperti yang dilakukan Pelindo sangat penting sebagai upaya memerangi narkoba. BNN tidak bisa melakukan sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan konsisten dan berkelanjutan,” sebutnya.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo dalam rangka semarak Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, dilaksanakan bekerja sama Yayasan Sustainable Impact.ID dan BNN Sulsel.
Kepala SMA Negeri 4 Makassar, Andi Supardin Gading mengapresiasi penyelenggaran edukasi di sekolahnya. Baginya, edukasi bahaya narkoba sangat penting untuk membangun pemahaman sekaligus memperkuat ketahanan diri para pelajar.
“Program seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman langsung kepada siswa mengenai bahaya narkoba dan pentingnya menjaga masa depan mereka,” ujarnya.
Andi berharap para siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan positif tentang pencegahan narkoba di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Sementara itu, Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful mengatakan, program tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan produktif.
“Melalui program TJSL ini, Pelindo ingin berkontribusi melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Kemerdekaan harus dimaknai sebagai kebebasan untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita tanpa terbelenggu penyalahgunaan narkoba,” ujar Rinto.
Pelaksanaan program edukasi di lingkungan sekolah dipilih karena institusi pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan kesadaran pelajar terhadap berbagai risiko sosial.
“Kami berharap para siswa dapat menjadi pelopor gerakan antinarkoba, dimulai dari diri sendiri kemudian diteruskan kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitarnya,” katanya.
Pelindo akan terus mendorong pelaksanaan program TJSL yang bermanfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, Pelindo berkomitmen mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan kualitas generasi muda Indonesia.
Editor: Bali Putra









