Pasar Otomotif Indonesia Masuki Babak Baru, Kendaraan Listrik Mulai Gerus Dominasi Mobil Konvensional (2)

77
POTO: ISTIMEWA

 

Bagian II: SUV Klasik Bertahan, Mobil Listrik Terus Merangsek ke Papan Atas

BISNISSULAWESI.COM, JAKARTA — Persaingan pasar otomotif nasional pada Juni 2026 lalu semakin menunjukkan perubahan karakter konsumen Indonesia. Di satu sisi, sejumlah model konvensional yang telah lama menguasai pasar masih mempertahankan basis pelanggan loyal. Di sisi lain, kendaraan listrik serta produk-produk baru dengan teknologi yang lebih modern terus mempersempit jarak dengan para pemain lama.

Memasuki papan tengah daftar penjualan wholesales, persaingan terlihat semakin ketat dengan selisih penjualan yang relatif tipis antar model.

Terios Tetap Menjadi Andalan di Daerah

Posisi ke-14 ditempati Daihatsu Terios yang membukukan distribusi sebanyak 1.407 unit.

Di tengah tren industri yang semakin mengarah pada penggunaan penggerak roda depan (Front Wheel Drive/FWD), Terios masih mempertahankan konfigurasi penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive/RWD) yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Konfigurasi tersebut dinilai masih memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen di wilayah dengan kondisi jalan yang menantang, terutama di luar Pulau Jawa. Kemampuan membawa beban berat, karakter suspensi yang kokoh, serta biaya perawatan yang relatif terjangkau membuat Terios tetap menjadi pilihan bagi sektor operasional perusahaan, pemerintah daerah, hingga masyarakat di wilayah pedesaan.

Pencapaian lebih dari 1.400 unit menunjukkan, kebutuhan terhadap kendaraan multifungsi dengan ketahanan tinggi masih cukup besar di Indonesia.

Honda Brio Kehilangan Dominasi

Di posisi ke-13, Honda Brio mencatatkan penjualan 1.503 unit.

Selama beberapa tahun terakhir Brio dikenal sebagai salah satu mobil terlaris nasional, khususnya di segmen city car. Namun, data Juni 2026 memperlihatkan dominasinya mulai berkurang.

Brio masih menawarkan performa mesin yang responsif serta karakter pengendalian yang menjadi keunggulan khas Honda. Namun, semakin banyaknya pilihan kendaraan baru dengan fitur keselamatan lebih lengkap dan desain yang lebih segar membuat daya saing Brio mulai mendapat tantangan.

Perubahan preferensi konsumen terhadap kendaraan berteknologi tinggi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi posisi model ini di pasar.

Mitsubishi Xpander Masih Bertahan di Tengah Perubahan Tren

Peringkat ke-12 ditempati Mitsubishi Xpander dengan distribusi sebanyak 1.581 unit.

Sebagai salah satu pelopor kebangkitan segmen LMPV modern di Indonesia, Xpander masih mempertahankan sejumlah keunggulan seperti kenyamanan suspensi, kabin yang lapang, serta transmisi CVT yang halus.

Namun, perubahan tren pasar menuju SUV kompak dan kendaraan listrik membuat persaingan di segmen MPV keluarga semakin berat.

Meski demikian, Xpander tetap menjadi salah satu pilihan utama bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan berkendara serta efisiensi dalam penggunaan sehari-hari.

Geely EX5 Muncul Sebagai Kuda Hitam

Tepat di luar jajaran 10 besar terdapat Geely EX5 yang mencatatkan distribusi 1.618 unit.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar pada pasar otomotif nasional tahun ini.

Sebagai kendaraan listrik yang diproduksi secara lokal, Geely EX5 menawarkan kombinasi harga yang kompetitif, kualitas perakitan yang dinilai baik, serta desain interior modern.

Strategi menghadirkan produk dengan spesifikasi tinggi, namun tetap berada dalam rentang harga yang dapat dijangkau kelas menengah terbukti berhasil menarik perhatian konsumen.

Masuknya Geely ke papan tengah juga memperlihatkan, persaingan kendaraan listrik di Indonesia tidak lagi hanya didominasi satu atau dua merek.

Innova Reborn Belum Kehabisan Penggemar

Posisi ke-10 ditempati Toyota Innova Reborn dengan penjualan 1.673 unit.

Meskipun telah hadir generasi terbaru Innova Zenix dengan platform dan teknologi yang jauh lebih modern, Innova Reborn masih memiliki basis konsumen yang sangat kuat.

Model ini tetap menjadi pilihan berbagai instansi pemerintah, perusahaan rental, hingga pelaku usaha di berbagai daerah karena dikenal memiliki mesin diesel yang tangguh, torsi besar, serta kemudahan perawatan.

Karakter tersebut membuat Innova Reborn tetap diminati, khususnya konsumen yang lebih mengutamakan keandalan jangka panjang dibandingkan kelengkapan fitur digital.

Pergeseran Preferensi Konsumen Semakin Terlihat

Data penjualan hingga posisi ke-10 menunjukkan, pasar otomotif Indonesia sedang mengalami fase transisi yang cukup signifikan.

Mobil-mobil konvensional memang masih mampu mempertahankan angka penjualan yang relatif stabil berkat reputasi merek, jaringan layanan purnajual, dan tingkat kepercayaan konsumen yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

Namun, kemunculan berbagai kendaraan listrik dari produsen baru menjadi sinyal masyarakat Indonesia mulai semakin terbuka terhadap teknologi elektrifikasi. Faktor harga yang kompetitif, efisiensi biaya operasional, serta kelengkapan fitur keselamatan menjadi pertimbangan baru dalam keputusan pembelian kendaraan.

Situasi ini diperkirakan akan membuat persaingan industri otomotif nasional semakin dinamis pada paruh kedua 2026, terutama ketika produsen-produsen besar mulai memperluas lini kendaraan elektrifikasi mereka.

(Bagian III mengulas 10 mobil terlaris nasional, mulai dari posisi kesembilan hingga peringkat pertama, termasuk persaingan BYD M6 DM, BYD Atto 1, Toyota Rush, Daihatsu Sigra, Toyota Veloz, Jaecoo J5 EV, Toyota Innova Zenix, Toyota Calya, hingga Toyota Avanza yang kembali mempertahankan gelar mobil terlaris di Indonesia).

Wayan Susena