OJK Sulselbar Bersama IJK dan TPAKD Perluas Akses Layanan Keuangan bagi Kelompok Nelayan

140
OJK Sulselbar berkolaborasi dengan IJK dan TPAKD Bone memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat desa, khususnya kelompok nelayan yang menjadi bagian dari KNMP. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) memperkuat komitmen mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sinergi program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Angkue, Kabupaten Bone, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi OJK Sulselbar bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Bone dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat desa, khususnya kelompok nelayan yang menjadi bagian dari KNMP.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah yang juga Pj. Sekretaris Daerah Bone, Hj. Andi Tenriawaru yang hadir pada kegiatan tersebut menyebutkan, kegiatan sinergi ini merupakan langkah konkret memperkuat pemberdayaan masyarakat desa melalui akses keuangan lebih luas dan inklusif. Sekaligus langkah strategis membangun kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat nelayan.

“Semoga kegiatan ini berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Angkue,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin mengatakan, program EKI di Desa Angkue diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan inklusif, produktif, dan berkelanjutan melalui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus mendorong pemanfaatan akses keuangan guna mendukung penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Melalui kegiatan ini, masyarakat nelayan memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk perbankan, pembiayaan usaha, asuransi, sekaligus mewaspadai investasi illegal hingga pemanfaatan layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.

“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Bone,” katanya.

Muchlasin menegaskan, penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan fondasi penting menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi lintas sektor akan terus diperkuat agar akses keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat di wilayah pesisir dan pedesaan.

“Melalui implementasi program EKI yang terintegrasi dengan program KNMP, semoga masyarakat Desa Angkue tidak hanya semakin memahami layanan jasa keuangan formal, juga mampu memanfaatkan akses keuangan tersebut untuk meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga.

Editor: Bali Putra