50 Perusahaan di Makassar, Ikuti Fasilitasi Penyusunan RTK Mikro

143
Kaisnaker Kota Makassar, Zainal Ibrahim saat membuka Fasilitasi Penyusunan RTK Mikro di Karebosi Premier, Senin (11/05/2026). POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Kota Makassar menggelar Fasilitasi Penyusunan Rencana Tenaga Kerja (RTK) Mikro di Karebosi Premier Makassar selama tiga hari, Senin-Rabu (11-13/05/2026).

Diikuti perwakilan dari 50 perusahaan di Kota Makassar dari berbagai sektor usaha, seperti perikanan, konstruksi, hotel dan lainnya. Kegiatan ini bertujuan agar perusahaan dapat memetakan kebutuhan tenaga kerja, pelatihan dan pengembangan kompetensi kerja, perlindungan  kesehatan  dan  kecelakaan  kerja sehingga mendapatkan tenaga kerja dengan produktivitas tinggi yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan untuk dapat berkembang dan survive.

Kepala Disnaker Kota Makassar, Zainal Ibrahim, menyebutkan, Kota Makassar sebagai gerbang Indonesia Timur dan merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), di mana 17,25 persen dari total populasi Sulsel bermukim di Kota Makassar.

Perwakilan dari 50 perusahaan di Kota Makassar mengikuti Fasilitasi Penyusunan RTK Mikro yang digelar Disnaker Kota Makassar, Senin – Rabu (11-13 Mei 2026). POTO: BALI PUTRA

“Jumlah penduduk sebanyak ini, merupakan potensi jika dikelola dengan baik, sekaligus tantangan yang sangat berpengaruh terhadap tingkat pengangguran dan rasio produktivitas tenaga kerja,” ungkap Zainal Ibrahim saat membuka kegiatan, Senin (11/05/2026).

Dikatakan, saat ini, ekonomi memperlihatkan perkembangan positif, khususnya terlihat pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Di mana, pada 2025 Makassar berhasil menurunkan TPT 1 digit menjadi 9,60 persen dari 10,60 persen pada 2023.

“Capaian itu tentu cukup membanggakan, namun, tidak mudah menjaga pertumbuhan ekonomi secara konsisten untuk terus bergerak positif di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif sehingga berdampak pula terhadap perekonomian Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota,” katanya.

Seluruh angkatan kerja harus mampu beradaptasi dengan perubahan paradigma yang fluktuatif dalam dunia kerja. Hal ini tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak, pemerintah, sektor swasta, masyarakat dan seluruh stakeholder yang terlibat didalamnya.

Berbagai tantangan saat ini tidak hanya terlihat dari kuantitas angkatan kerja yang tidak terserap dengan baik, juga harus mempertimbangkan kompetensi tenaga kerja yang bekerja di Kota Makassar. Apalagi dalam era persaingan global, di mana tenaga kerja lokal harus bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.

“Karenanya, harus punya senjata pamungkas untuk dapat memastikan, tenaga kerja kita dapat bertahan di tanah air sendiri, bahkan harus mampu menembus pasar kerja Internasional,” jelasnya.

Ditambahkan, berdasarkan UU 13/2013 tentang Ketnagakerjaan, disebutkan, dalam penyusunan kebijakan, strategi dan pelaksanaan program pembagunan ketenagakerjaan berkesinambungan, pemerintah harus berpedoman pada perencanaan tenaga kerja. Oleh karenanya, Disnaker Makassar menggelar Fasilitasi Penyusunan Naker Mikro, yang tujuannya agar perusahaan dapat memetakan kebutuhan tenaga kerja, pelatihan dan pengembangan kompetensi kerja, perlindungan  kesehatan  dan  kecelakaan  kerja sehingga mendapatkan tenaga kerja berproduktivitas tinggi yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan untuk dapat berkembang dan survive.

Bali Putra