OJK Bersama IJK dan Comextra Majora, Gelar Edukasi Keuangan dan Survei Pengembangan Kakao di Wotu

55
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, WOTU – Mendorong Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) khususnya komoditas unggulan daerah, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulsebar) bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) dan perusahaan offtaker komoditi kakao PT Comextra Majora, menggelar edukasi keuangan dan survei pengembangan komoditas kakao di Kecamatan Wotu, Luwu Timur.

Ini merupakan langkah strategis membangun ekosistem pembiayaan kepada petani yang terintegrasi dan berkelanjutan, guna mendorong peningkatan produktivitas, kualitas, serta daya saing komoditas kakao sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Sebanyak 100 petani kakao binaan mengikuti kegiatan ini yang mencakup edukasi pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal, serta perluasan akses pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik usaha pertanian kakao.

Asisten Direktur Madya Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mushadi Nurali, menyebutkan, OJK secara konsisten mendorong perluasan akses keuangan yang berkualitas melalui pendekatan ekosistem. Tidak hanya pada aspek pembiayaan, namun juga mencakup penguatan kapasitas usaha, mitigasi risiko, serta kepastian akses pasar, sehingga petani dapat tumbuh secara berkelanjutan dan berdaya saing.

Sebagai bagian dari kegiatan, dilaksanakan survei kebutuhan pembiayaan dan pengembangan usaha kakao untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kebutuhan riil petani. Hasil survei ini akan menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan dan program pembiayaan yang lebih tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.

Peran offtaker seperti PT Comextra Majora menjadi elemen krusial dalam memastikan keberlanjutan rantai nilai kakao, khususnya dalam menjamin serapan hasil produksi serta mendorong peningkatan standar kualitas.

“Kami mengapresiasi OJK dalam memperkuat keterhubungan IJK dengan sektor riil, khususnya komoditas kakao,” ujar Alberthinoes Pakenden, perwakilan Pimpinan PT Comextra Majora.

Kolaborasi multipihak ini menegaskan pentingnya pendekatan yang holistik dalam pengembangan sektor pertanian, melalui integrasi antara kebijakan, pembiayaan, pendampingan, dan akses pasar.

Ke depan, model sinergi ini diharapkan dapat direplikasi secara lebih luas sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, serta memperkuat kontribusi komoditas kakao dalam struktur perekonomian di Sulawesi Selatan.

Editor: Bali Putra