LPS – Unhas Jalin Kerjasama Tingkatkan Literasi hingga Penelitian

88
Penandatanganan PKS antara LPS dan Unhas berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theatre Unhas, Jumat (12/06/2026). Dilakukan Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin. POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Universitas Hasanuddin (unhas) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) mencakup penguatan literasi keuangan, peningkatan program magang, beasiswa, hingga penelitian.

Penandatanganan PKS berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theatre Unhas, Jumat (12/06/2026). dilakukan antara Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin.

Farid mengatakan, sejak 2020 hingga saat ini, LPS setidaknya telah menjalin kerja sama 14 kampus (perguruan tinggi) di Indonesia. Ia berharap, kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Unhas, tidak berhenti pada aspek administratif, namun kerja sama yang mampu melahirkan program nyata yang bermanfaat bagi mahasiswa dan kampus.

Kerja sama LPS – Unhas mencakup penguatan literasi keuangan, peningkatan program magang, beasiswa, hingga penelitian. POTO: BALI PUTRA

Dari kerja sama ini, tentu ada banyak hal yang diharapkan, diantaranya literasi keuangan mahasiswa meningkat sehingga tidak mudah terkena jebakan finansial. Kemudian, mahasiswa mendapatkan kesempatan magang untuk mengenal industri, juga kesempatan mendapatkan beasiswa.

“Sementara dari kami, membutuhkan penelitian oleh pihak kampus yang dapat mendukung kebijakan,” ujarnya.

Terkait edukasi, selain melalui kuliah umum dan peningkatan sinergi, berbagai upaya edukasi tak henti dilakukan LPS dengan berbagai cara. Selain literasi ke kampus, juga ke ekolah, pesantren, dan masyarakat.

POTO: BALI PUTRA

“Semua kami lakukan, karena sadar betul bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia masih rendah sehingga rentan terkena jebakan finansial,” sebut Prof. Ruslin.

Ia mengatakan, kerja sama kampus yang dilakukan sejak 2020, tentu berdampak signifikan terhadap peningkatan literasi, yang diharapkan bisa tercapai target 80 persen hingga 90 persen pada 2030.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Muhammad Ruslin, menyambut baik kerja sama dengan LPS. Di samping pengembangan literasi keuangan, di Unhas juga ada Bank Unhas yang tentunya membutuhkan pembelajaran.

“Kami juga mendapatkan banyak support bantuan kepada mahasiswa berupa beasiswa, dan untuk pengembangan studi akan kami briging kembali beberapa kurikulum yang memuat materi dari LPS, dan kemungkinan juga akan ditambah jumlah mahasiswanya. Termasuk akan ada bantuan langsung untuk UKT atau bantuan pendidikan,” katanya seraya menambahkan, saat ini sekitar 30 persen mahasiswa Unhas dibantu bantuan Pendidikan oleh berbagai pihak, termasuk LPS.

Penandatanganan PKS, merupakan wujud konkrit LPS bersama Unhas untuk menyebarluaskan sikap optimis terhadap kondisi saat ini.

Dengan pertumbuhan ekonomi saat ini dan kekuatan ekonomi Indonesia yang ditopang belanja dalam negeri, ditambah semangat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia khususnya wilayah Timur untuk selalu produktif dan kritis, diyakini Indonesia dapat bertahan dan keluar dari masa sulit, sebagaimana pernah menghadapi krisis 98, krisis 2008, hingga pandemi Covid 19.

Bali Putra