
BISNISSULAWESI.COM, BALI – Masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menjadikan QRIS sebagai instrumen utama pembayaran dalam aktifitas keseharian. Tercermin dari lonjakan persentase volume transaksi mencapai 140 persen, yang jauh melampaui peningkatan jumlah pengguna 17,47 persen. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan (KpwBI Sulsel), Rizki Ernadi Wimanda menyebutkan, volume transaksi QRIS di Sulsel Juni 2026 tercatat 28,8 juta transaksi, melonjak tajam 139,6 persen (140 persen). Peningkatan transaksi, menggerek nominal transaksi bulanan Rp2,57 triliun, naik 83 persen secara tahunan.
“Pertumbuhan user base terus berlanjut dengan total1,48 juta pengguna, bertambah 17,47 persen yoy didukung perluasan titik akseptasi menjadi 1,46 juta merchant atau bertambah 16,5 persen yoy,” ujar Rizki pada kegiatan “Media Engagement 2026” di Bali, Jumat, 28 Agustus 2026.
Jumlah pengguna QRIS di Sulsel 1.481.464 atau 93,45 persen dari target 1.582.271, dengan 1.462.879 merchant atau 97,93 persen dari target 1.493.815. Sementara dari volume transaksi, 151.067.754,164 transaksi atau sekitar 96,99 persen dari target 155.748.013 transaksi.
Pada event “Sultan QRIS Run 2026” di Makassar beberapa waktu lalu, Rizki menyatakan QRIS digunakan mulai pedagang besar, pedagang pasar, warung kopi, UMKM, pusat perbelanjaan, transportasi, destinasi wisata, hingga berbagai layanan lain.
Bagi pelaku merchant, QRIS membuka akses pembayaran digital tanpa harus menyediakan berbagai macam QR Code. Bagi masyarakat, QRIS memberikan pilihan bertransaksi yang semakin praktis. Sementara bagi perekonomian daerah, meluasnya transaksi digital berdampak terbentuknya ekosistem ekonomi yang efisien, transparan dan inklusif.
Saat ini, QRIS berjalan tujuh tahun, sejak 2019. Tidak hanya mencerminkan perkembangan teknologi sistem pembayaran, juga perjalanan masyarakat Indonesia menuju ekonomi dan keuangan digital yang semakin inklusif. BI terus mendorong agar QRIS semakin sering digunakan, semakin luas dimanfaatkan dengan beragam fitur penggunaannya, dan semakin aman dalam bertransaksi.
Untuk itu, perluasan akseptasi QRIS akan terus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat menjaga keamanan data pribadi, PIN, OTP, serta informasi penting lain. Bali Putra









