Hingga Agustus 2026, Neraca Perdagangan Sulsel Surplus 72,07 Juta Dolar AS

127
Kepala Kanwil DJBC Sulbagsel, Martha Octavia saat memberi keterangan di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Rabu, 23 September 2026. POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Hingga Agustus 2026, Neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat surplus sebesar 72,07 juta Dolar AS, dengan total nilai ekspor 157,25 juta Dolar AS dan impor 85,18 juta Dolar AS.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan (DJBC Sulbagsel), Martha Octavia saat memberi keterangan di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Rabu, 23 September 2026.

Martha menjelaskan, komoditas ekspor Mate Nikel masih mendominasi sebesar 49,3 persen, sedangkan impor masih didominasi Gandum sebesar 20,52 persen.

“Secara kumulatif, ekspor mengalami penurunan 11,9 persen, dan impor tumbuh menjadi 5,5 persen,” sebut Martha.

Meskipun mendominasi, devisa komoditas ekspor Mate Nikel hingga Agustus 2026 mengalami penurunan -0,7 persen menjadi sebesar 581,7 juta Dolar AS.

Selain Mate Nikel, empat komoditas ekspor lain yang masuk lima besar penyumbang devisa yakni Rumput Laut sebesar 118,2 Dolar AS (10,3 persen), Produk Kakao 76,2 juta Dolar AS (6,4 persen), Paduan Fero 63,5 juta Dolar AS (5,3 persen), dan Karaginan 47,5 juta Dolar AS atau 4,1 persen, dengan lima negara tujuan ekspor terbesar Sulsel yakni Jepang, China, USA, Arab Saudi, dan Taiwan.

Sementara dari sisi devisa komoditas impor, terbesar Gandum 142,17 juta Dolar AS (20,52 persen), Bungkil Kedelai 115,05 juta Dolar AS (16,61 persen), Minyak Petrolium 79,64 juta Dolar AS (11,50 persen), Perangkat Teknis Khusus 38,10 juta Dolar AS (5,5 persen), dan Gula yang mengalami penurunan drastis akibat kebijakan pemerintah tidak mengimpor gula untuk menjaga ketahanan pangan domestik, menjadi sebesar 30,88 juta Dolar AS atau 4,46 persen.

Lima negara asal impor terbesar Sulsel yakni China, Australia, Brazil, Singapura, dan Thailand.

Martha juga menyebutkan, hingga Agustus 2026, penerimaan Kepabeanan dan Cukai Sulawesi Selatan mencapai 163,56 miliar atau sekitar 43,80 persen dari total target yang ditetapkan Rp373,43 miliar. Bersumber dari penerimaan Bea Masuk (BM) sebesar Rp96,55 miliar atau sekitar 50,14 persen dari target Rp193,57 miliar atau 31,43 persen dari target Rp73,71 miliar, serta Bea keluar (BK) Rp23,17 miliar, dan Cukai Ri43,84 miliar atau 40,02  persen dari target Rp107,15 miliar.

Bali Putra