
BISNISSULAWESI.COM, MAROS – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar menyelenggarakan HEART (Health Environment Airport Talkshow) untuk mendukung terciptanya lingkungan bandara yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa maupun komunitas bandara.
Kegiatan berlangsung, 20-21 Agustus 2026. Menghadirkan berbagai layanan dan edukasi kesehatan yang dapat dimanfaatkan pekerja, stakeholder, serta pengguna jasa di lingkungan bandara.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyebutkan, pelaksanaan HEART merupakan upaya promotif dan preventif di lingkungan bandara dengan mengacu Undang-Undang 17/2023 tentang kesehatan, khususnya Pasal 89 mengenai penanggulangan penyakit menular, Peraturan Menteri Kesehatan RI 21/2013 tentang Penanggulangan HIV-AIDS, serta Peraturan Menteri Kesehatan 10/2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, pengguna jasa dan komunitas bandara mendapatkan berbagai layanan kesehatan, meliputi promosi kesehatan, deteksi dini Tuberkolosis (TB), pemerikssaan HIV-AIDS melalui layanan VCT Mobile, Cek Kesehatan Gratis (CKG), pengobatan umum, serta layanan fisioterapi. Kehadiran berbagai layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus mendorong perilaku hidup sehat di lingkungan bandara.
Ruly mengapreasiasis kolaborasi bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar dalam pelaksanaan HEART. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem bandara yang tidak hanya mengutamakan keselamatan dan pelayanan, tetapi juga kesehatan seluruh komunitas yang beraktivitas di dalamnya, termasuk pengguna jasa.
“Bandara merupakan ruang ruang publik yang mempertemukan berbagai pihak dengan aktivitas yang beragam,” katanya.
Karena itu aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan bandara yang sehat dan nyaman. Melalui HEART, pihaknya berharap dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa serta stakeholders untuk memperoleh akses layanan kesehatan secara langsung selama berada di bandara.
“Kami mengapresiasi Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini, dan berharap senirgi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Koordinator Tim Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar, dr. Ridha Ilahi, menyampaikan bahwa kegiatan HEART memberikan manfaat bagi berbagai pihak yang beraktivitas di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Menurutnya, keberadaan banyajk stakeholder dengan aktivitas yang berlangsung secara dinamis menjadikan kesehatan sebagai salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi lintas sektor yang ada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, termasuk para pengguna jasa. Di bandara terdapat banyak stakeholder yang bekerja dan beraktivitas setiap hari, sehingga kami berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis ini sebaik-baiknya. Kami juga berharap kolaborasi bersama Angkasa Pura Indonesia dan teman-teman Forum Bandara Sehat dapat terus berjalan untuk mendukung terciptanya lingkungan bandara yang sehat,” ujarnya.
Selain memberikan layanan kesehatan, HEART juga menjadi ruang edukasi dan interaksi antara tenaga kesehatan, komunitas bandara, stakeholder, dan pengguna jasa. Pelaksanaan kegiatan di area terminal memungkinkan pengguna jasa memperoleh akses layanan kesehatan secara lebih mudah tanpa harus meninggalkan aktivitas mereka di bandara.
Salah satu pengguna jasa, Hafni, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya kehadiran layanan kesehatan di area bandara memberikan kemudahan karena dapat dimanfaatkan sambil menunggu jadwal penerbangan.
“Kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Bandra Internasional Sultan Hasanuddin sangat menarik dan bermanfaat. Saya bisa melakukan pemeriksaan kesehatan sambil menunggu jadwal penerbangan, jadi menurut saya ini sangat membantu dan praktis,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan oleh salah satu stakeholder yang mengikuti kegiatan. Ia menilai layanan yang diberikan berjalan dengan baik dan didukung oleh petugas yang ramah.
“Kegiatan ini sangat bagus, pelayanannya juga ramah dan baik. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan bahkan diadopsi di bandata-bandara lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung terciptanya lingkungan bandara yang sehat,” ujarnya.
Pelaksanaan HEART sekaligus memperkuat komitmen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dalam mendukung terciptanya Bandara Sehat melalui kolaborasi dan penguatan upaya promotif serta preventif di lingkungan bandara.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan layanan kesehatan, tetapi dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kesadaran dan budaya hidup sehat di antara seluruh komunitas bandara.
Melalui kolaborasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar dan Forum Bandara Sehat, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung kesehatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa serta stakeholder.
Ke depan, sinergi lintas sektor diharapkan dapat terus diperkuat guna mewujudkan lingkungan bandara yang sehat, aman, dan nyaman bagi semua.
Editor: Bali Putra









