Hadirkan Pameran Pengabdian Masyarakat, Cara Unhas Dorong Produk Lokal Naik Kelas

55
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, SELAYAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) memiliki cara tersendiri untuk meningkatkan kontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar. Salah satunya melalui program pengabdian masyarakat terpadu.

Tahun ini, dari 103 judul kegiatan pengabdian yang dilaksanakan Unhas, 42 judul berlangsung di Kabupaten Kepulauan Selayar dengan total dukungan anggaran Rp660 juta.

Komitmen tersebut diperkuat melalui Pameran Pengabdian Masyarakat Unhas (PPMU) yang digelar di Aula Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Selasa, 1 September 2026.Menampilkan berbagai produk hasil pengembangan dan pendampingan masyarakat, yang bertujuan mendorong produk lokal naik kelas.

Pameran dibuka Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhtar. Dalam sambutannya, Muhtar mengapresiasi Unhas atas pemilihan Selayar sebagai lokasi pameran.

“Kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan sekaligus mempromosikan berbagai potensi produk lokal Selayar,” kata Muhtar.

Ia berharap, kolaborasi Unhas dan Pemda Selayar terus diperkuat agar program pengabdian dapat selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kami sangat mengapresiasi Unhas yang terus memberikan perhatian kepada Selayar. Kami berharap kolaborasi ini dapat ditingkatkan sehingga program-program Unhas dapat semakin mendukung agenda pembangunan daerah,” jelas Muhtar.

Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM Unhas, Muhammad Arsyad, menjelaskan, pameran merupakan upaya Unhas mensinergikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kegiatan pengabdian diarahkan untuk mengidentifikasi potensi lokal yang memiliki peluang dikembangkan secara berkelanjutan, khususnya produk UMKM berbasis sumber daya lokal.

“Pengembangan produk lokal seharusnya tidak berhenti pada pemanfaatan bahan baku. Perlu pPendampingan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, sehingga potensi daerah dapat berkembang menuju sektor usaha dan industri yang berkelanjutan, dan membuka ruang pengembangan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” kata Prof. Arsyad.

Keberlanjutan usaha masyarakat diharapkan memberikan dampak berantai terhadap peningkatan pendapatan, perbaikan lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi daerah. Aktivitas ekonomi yang tumbuh dari penguatan usaha masyarakat juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Kontribusi Unhas di Selayar turut diarahkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia. Peran tersebut dilakukan melalui pelatihan, penyuluhan, edukasi politik dan hukum, serta kegiatan peningkatan kapasitas lain yang melibatkan berbagai fakultas, termasuk Sekolah Vokasi Unhas yang berbasis di Selayar.

“Unhas merencanakan sejumlah desa potensial untuk dikembangkan sebagai Desa Binaan melalui skema multiyears. Pendekatan ini kami harapkan memungkinkan dampak pendampingan dapat diukur secara lebih jelas dari waktu ke waktu,” tambahnya.

Kegiatan Pameran/Expo Pengabdian Masyarakat Unhas di Selayar merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-70 Unhas. Sebelumnya, pada Senin, 31 Agustus 2026, Unhas juga melakukan kegiatan serupa, dengan menghadirkan 50 program Pengabdian di Kabupaten Bulukumba.

Berbagai program tersebut mencakup sektor pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia. Pameran menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil riset, teknologi, dan kepakaran Unhas yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan potensi daerah.

Editor: Bali Putra