Gelar Festival Ambaiang, Upaya BI Bersama Pemda Selamatkan Budaya Lokal dari Ancaman Kepunahan

75
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda saat memberi sambutan pada pelepasan tim ERB Sulsel 2026 di Makodaeral VI Makassar, Selasa, 13 Oktober 2026. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) bekerjasama Pemerintah Daerah bakal menggelar Festival Ambaiang di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu-Minggu, 17–18 Oktober 2026.

Ini merupakan salah satu langkah BI Sulsel bersama Pemda berpartisipasi dalam menyelamatkan budaya lokal dari ancaman kepunahan.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda menyebutkan, Festival Ambaiang merupakan salah satu kegiatan yang juga menjadi penutup rangkaian Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026

Selain mengangkat kembali budaya lokal yang mulai terancam punah, kegiatan bertema “Tradisi, Cinta dan Budaya dalam Satu Perjalanan Bersama Tegakkan Rupiah di NKRI”, juga dilengkapi lomba pengumpulan uang logam tingkat sekolah guna menumbuhkan kecintaan terhadap Rupiah dan semangat nasionalisme sejak dini.

Selain Festival Ambaiang, digelar juga “Vespa Jelajah Rupiah”, Selasa-Rabu, 13–14 Oktober 2026 di Desa Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Ini dilakukan untuk memperluas edukasi Rupiah dan mendorong pengumpulan uang tidak layak edar.

Melalui ERB Sulawesi Selatan 2026, Bank Indonesia berharap layanan Rupiah semakin menjangkau masyarakat kepulauan secara merata sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial.

Tahun ini, ERB mengusung tema “Bentang Lautan, Satukan Rupiah, Teguhkan Kedaulatan Negeri” yang merefleksikan semangat bersama untuk menjangkau masyarakat kepulauan melalui penyediaan uang Rupiah layak edar sekaligus memperkuat nasionalisme dan kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Pelepasan tim ERB Sulawesi Selatan 2026, berlangsung di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Makodaeral) VI Makassar, Selasa, 13 Oktober 2026.

Pelepasan dilakukan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, didampingi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz. Dihadiri Kepala Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan, Fuad Zaen, OJK serta jajaran pemerintah daerah, TNI AL, perbankan, dan pemangku kepentingan terkait.

ERB Sulsel 2026, menggunakan KRI Marlin-877, menjangkau lima pulau, yaitu Pulau Badi, Gondong Bali, Liukang Loe, Bahuluang, dan Selayar, dengan membawa modal kerja sebesar Rp25 miliar.

Melibatkan 15 Pejuang Rupiah BI dari delapan wilayah kerja, Kantor Perwakilan BI Sulsel, Departemen Pengelolaan Uang Rupiah, serta Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Balikpapan, Lampung, Sulawesi Barat, Sibolga, dan Bangka Belitung, bersama 45 anggota tim TNI AL.

Rizki menyebutkan, ketersediaan Rupiah di seluruh wilayah Indonesia merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang 7/2011 tentang Mata Uang. Melalui ERB, BI memperluas jangkauan layanan kas sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memperlakukan uang Rupiah dengan baik.

Komandan Kodaeral VI, Andi Abdul Aziz menekankan, kolaborasi strategis BI dan TNI AL merupakan langkah nyata menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat perekonomian di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Bagi TNI AL, beredarnya Rupiah di pulau-pulau perbatasan bukan sekadar alat transaksi ekonomi, melainkan simbol identitas bangsa dan bentuk nyata keutuhan Wilayah NKRI.

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi sinergi BI dan TNI AL dalam memastikan pemerataan distribusi uang Rupiah layak edar hingga ke wilayah kepulauan. Menurutnya, tantangan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi pembangunan yang inklusif dan pemerataan akses masyarakat terhadap Rupiah.

Sinergi BI dan TNI AL dalam distribusi Rupiah ke wilayah 3T telah berlangsung sejak 2012. Hingga 2026, kolaborasi ini telah melaksanakan 150 kali kegiatan kas keliling 3T dengan jangkauan 766 pulau. ERB 2026 direncanakan berlangsung 23 kegiatan, terdiri atas 19 ERB Nasional dan 4 ERB Mandiri, dengan target kunjungan ke 115 pulau di wilayah 3T.

Selain layanan penukaran uang Rupiah, ERB Sulawesi Selatan 2026 dirangkai edukasi Rupiah serta bakti sosial mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan gratis bagi anak, pembagian sembako, dan pembagian susu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Editor: Bali Putra