Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Melanjutkan Sekolah

111
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan program beasiswa untuk siswa dari kalangan keluarga kurang mampu sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan membuka peluang masa depan lebih baik bagi generasi muda.

Program melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar ini menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan anak, di tengah maraknya tawuran antarkelompok yang melibatkan kalangan anak muda.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan beasiswa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

“Ini bentuk perhatian Pemkot Makassar untuk siswa SD dan SMP di Makassar,” ujar Achi, Rabu, 21 Oktober 2026.

Melalui bantuan pendidikan tersebut, Pemkot Makassar ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk terus bersekolah.

Akses pendidikan yang lebih baik diharapkan menjadi salah satu langkah preventif dalam membangun generasi muda yang produktif dan terhindar dari aktivitas negatif.

Total penerima beasiswa dari Pemkot Makassar diperkirakan mencapai 400 siswa, terdiri dari 200 siswa SD dan 200 siswa SMP.

“Ini juga alternatif bagi siswa yang belum memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat,” tutur Achi.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, memperluas kesempatan bagi generasi muda, dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih aman serta kondusif di Kota Makassar.

Pemerintah Kota Makassar mengoptimalkan pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan pendidikan dapat menjangkau siswa yang memenuhi kriteria.

Menurutnya, data DTSEN perlu dipadukan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar proses verifikasi dan validasi calon penerima berjalan tepat sasaran.

Orang tua siswa yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi operator sekolah masing-masing dengan membawa data yang valid untuk diperiksa dan disesuaikan dengan data pendidikan.

“Kalau mereka tidak mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar, bisa mengakses beasiswa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan. Tinggal kami memadukan data DTSEN dengan data di Dapodik,” jelasnya.

Selain beasiswa dari APBD, Achi menyebut kuota penerima PIP bagi siswa di Kota Makassar pada tahun 2026 mencapai sekitar 10.000 orang, mulai jenjang SD hingga SMA.

Penerima PIP diprioritaskan bagi siswa yang masuk kategori desil 1 sampai desil 5, sesuai kriteria program.

 

Besaran bantuannya berbeda berdasarkan jenjang pendidikan, yakni Rp450 ribu untuk siswa SD, Rp750 ribu untuk SMP, serta Rp1,8 juta untuk SMA per tahun.

Sementara itu, mekanisme dan ketentuan lebih lanjut terkait beasiswa yang bersumber dari APBD Kota Makassar masih dalam proses, seiring berlangsungnya validasi data calon penerima.

“Kita berharap melalui perluasan akses bantuan pendidikan ini, semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang dapat melanjutkan sekolah tanpa terbebani persoalan ekonomi,” harpanya.

Editor: Bali Putra