Bukan Sekadar Belajar Pajak, 35 Siswa SMPN 1 Baebunta Diajak Jadi Generasi Sadar Pajak

62
POTO: ISTIMEWA

­  

BISNISSULAWESI.COM, LUWU UTARA – “Kalau pajak itu untuk pembangunan, berarti kita juga ikut membangun Indonesia?”

Pertanyaan dan rasa ingin tahu seperti itulah yang mewarnai pelaksanaan Tax Goes To School (TGTS) 2026 di SMP Negeri 1 Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Selasa, 8 September 2026.

Sebanyak 35 siswa dan siswi perwakilan dari berbagai kelas mengikuti kegiatan edukasi perpajakan yang digelar oleh Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Masamba bersama tim.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SMP Negeri 1 Baebunta Abdul Khalis Wahid, wakil kepala sekolah, serta guru pendamping.

Bukan dengan suasana kelas yang kaku, edukasi perpajakan kali ini dikemas secara komunikatif dan interaktif. Para siswa diajak mengenal pajak melalui bahasa yang sederhana serta contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan mereka.

Materi disampaikan Penyuluh Pajak dari KPP Pratama Palopo, Andi Rizal. Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diberikan ruang untuk bertanya, menjawab, dan berdiskusi.

Kepala KP2KP Masamba, Muhammad Kasman Roem Hasyim, mengatakan bahwa pengenalan pajak kepada pelajar merupakan investasi penting untuk membangun kesadaran pajak dalam jangka panjang.

“Kami ingin anak-anak mengenal pajak bukan sebagai sesuatu yang rumit, tetapi sebagai bagian dari kehidupan berbangsa,” ujar Kasman.

Dikatakan, para siswa adalah generasi penerus yang kelak akan menjadi wajib pajak, pelaku usaha, profesional, maupun pemimpin. Karena itu, kesadaran pajak perlu ditanamkan sejak sekarang dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Kesadaran pajak tidak harus menunggu seseorang dewasa atau telah memiliki penghasilan. Pemahaman mengenai peran pajak dalam pembangunan dapat diperkenalkan sejak bangku sekolah, sehingga ketika mereka kelak memasuki dunia kerja dan menjadi bagian dari masyarakat produktif, kesadaran tersebut telah tumbuh.

Kepala SMP Negeri 1 Baebunta, Abdul Khalis Wahid, menyambut positif pelaksanaan TGTS 2026 di sekolahnya.

Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman sekaligus wawasan baru bagi para siswa, terutama mengenai hal yang selama ini mungkin terasa jauh dari kehidupan mereka sebagai pelajar.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab mereka sebagai generasi penerus bangsa,” katanya

Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah seperti ini penting untuk memperluas wawasan siswa sekaligus membentuk karakter mereka agar memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Sementara itu, Penyuluh Pajak KPP Pratama Palopo, Andi Rizal, mengatakan pendekatan yang sederhana dan interaktif menjadi kunci agar materi perpajakan dapat diterima dengan baik oleh para siswa.

“Kami mencoba menjelaskan pajak dengan bahasa yang dekat dengan dunia anak-anak, sehingga mereka bisa memahami bahwa pajak sebenarnya ada di sekitar mereka dan memiliki peran penting dalam pembangunan. Harapannya, dari pemahaman sederhana ini tumbuh kesadaran bahwa membayar pajak merupakan bagian dari gotong royong untuk membangun negeri,” katanya

Pendekatan tersebut tampaknya berhasil membangun suasana yang lebih cair. Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan aktif berinteraksi selama sesi berlangsung.

Bagi sebagian peserta, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal pajak dari perspektif yang berbeda—bukan hanya sebagai istilah yang sering mereka dengar dari orang dewasa, tetapi sebagai sesuatu yang memiliki kaitan dengan pembangunan dan kehidupan masyarakat.

Kemeriahan kegiatan berlanjut hingga penghujung acara. Dari seluruh peserta, dua siswa kemudian dipilih sebagai Peserta Terbaik TGTS 2026 SMP Negeri 1 Baebunta.

Mereka adalah Edwar Qzan dari kelas 9C dan Gisel Septiani dari kelas 8C.

Keduanya dinilai menunjukkan antusiasme dan keaktifan terbaik selama mengikuti kegiatan.

Apresiasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penghargaan bagi kedua siswa, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi peserta lainnya untuk terus aktif belajar, bertanya, dan berani menyampaikan pendapat.

Pelaksanaan TGTS 2026 di SMP Negeri 1 Baebunta menjadi salah satu bentuk nyata upaya KP2KP Masamba dan KPP Pratama Palopo mendekatkan edukasi perpajakan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Sebab, membangun kesadaran pajak bukan hanya tentang menjelaskan aturan dan kewajiban. Lebih jauh dari itu, ada upaya menanamkan pemahaman bahwa pembangunan merupakan hasil dari kontribusi bersama.

Dan dari ruang-ruang kelas seperti inilah, generasi sadar pajak mulai diperkenalkan—jauh sebelum mereka kelak menjadi wajib pajak.

Editor: Bali Putra