Bea Cukai Sulbagsel Kumpulkan Puluhan Pelaku UMKM Berorientasi Ekspor, Ikuti Sosialisasi Klinik Ekspor dan Bazzar UMKM

104
Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Martha Octavia saat meninjau bazzar UMKM yang berlangsung di halaman komplek Kementerian Keuangan di Makassar, Kamis (21/05/2026). POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Bea Cukai Sulbagsel) mengumpulkan puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti sosialisasi klinik ekspor dan bazzar UMKM, Kamis (21/05/2026).

Mereka diharapkan mampu memahami lebih detail terkait kualitas produk, standar dan persyaratan ekspor. Sedangkan keikutsertaan dalam bazzar UMKM yang berlangsung di halaman komplek gedung perkantoran Kementerian Keuangan, diharapkan dapat meningkatkan omset pelaku UMKM di tengah tantangan ekonomi saat ini. Pasalnya, ada sekitar 800 pegawai Kementerian Keuangan yang bisa disasar dari bazzar yang berlangsung sehari tersebut.

Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Martha Octavia saat membuka sosialisasi klinik ekspor bagi UMKM berorientasi ekspor di lantai 3 gedung Kanwil bea Cukai Sulbagsel, Kamis (21/05/2026). POTO: BALI PUTRA

Sosialisasi klinik UMKM berlangsung di lantai 3 gedung Kanwil Bea Cukai Sulbagsel dan dibuka Kepala Kanwil, Martha Octavia. Dalam kegiatan ini, Bea Cukai Sulbagsel menggandeng sejumlah perbankan yang melibatkan UMKM binaan masing-masing dalam kegiatan tersebut.

“Semoga, melalui kegiatan ini, pelaku UMKM lebih memahami standar packaging, kualifikasi produk yang baik, cara mencari pasar atau cara menemukan pembeli di luar negeri, serta memahami persyaratan ekspor, dan lainnya,” ujar Martha.

Diakui, semuanya tentu tidak bisa langsung diperoleh melalui setu kali kegiatan. Melainkan harus terus dilakukan pendampingan, termasuk sharing knowledge dengan pelaku UMKM yang telah sukses tembus ekspor. Bea cukai terus memfasilitasi tentang tata cara ekspor, bagaimana prosedur ekspor, apa yang harus dipenuhi agar bisa ekspor dan lainnya.

“Harapan saya, kegiatan ini menjadi pintu masuk untuk pelaku UMKM bisa menangkap peluang dan potensi ekspor yang tersedia,” kata Martha.

Tenaga Ahli Bidang Standarisasi Produk dan Kerjasama FTA Export Centre Makassar, Chairil Burhan saat memaparkan materi pada sosialisasi klinik ekspor bagi UMKM Berorientasi Ekspor yang digelar Bea Cukai Sulbagsel, Kais (21/05/2026). POTO: BALI PUTRA

Sosialisasi klinik ekspor menghadirkan narasumber kompeten seperti Chairil Burhan yang merupakan Tenaga Ahli Bidang Standarisasi Produk dan Kerjasama FTA Export Centre Makassar, yang diantaranya memaparkan tentang bagaimana membangun brand produk dan mengembangkan citra produk, langkah-langkah ekspor, serta metode menjual di E-Commerce.

Ada juga narasumber Salis Helmy yang merupakan Kasi Perijinan I Bea Cukai Sulbagsel, yang memaparkan tentang tata cara ekspor, barang apa yang boleh di ekspor, serta prosedur ekpor.

Usai membuka kegiatan, Martha didampingi jajaran Bea Cukai Sulbagsel menyempatkan diri mengunjungi booth dengan aneka sektor kerajinan dan produk di bazzar UMKM. Mulai booth makanan dan minuman, kerajinan tangan dan lainnya, yang beberapa diantaranya sudah tembus pasar ekspor.

Salah satunya, booth Nirwana Niaga Sejahtera (NNS) yang memproduksi produk berbahan dasar ikan tuna. Pada bazzar UMKM, usaha binaan Bank Syariah Indonesia (BSI) UMKM Centre, menampilkan sejumlah produk olah tuna.

“Kegiatan seperti ini (bazzar UMKM, red) cukup efektif bagi kami lebih memperkenalkan produk kepada khalayak. Kali ini, kami fokus pada pemasaran produk olahan,” ujar Sales Distribution and Creatif Division Head NNS, Nurman Prayudi usai boothnya dikunjungi Kepala Kanwil Bea dan Cukai Sulbagsel, Martha Octavia bersama rombongan.

Untuk kegiatan ekspor kata Nurman Prayudi, NNS sudah mengirim ikan tuna mentah ke sejumlah negara seperti Jepang, Cina, dan Amerika Serikat. Sebelumnya, NNS bisa mengekspor 5-6 kontainer tuna dalam setiap bulannya.

“Namun, dua bulan terakhir, hanya 1-2 kontainer perbulan,” ujarnya.

Diperkirakan, penurunan kapasitas ekspor disebabkan beberapa kejadian di luar yang berdampak pada perekonomian secara global.

Bali Putra