BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Universitas Bosowa (Unibos) menggelar wisuda program sarjana, politeknik, dan pascasarjana periode Oktober 2026 dengan jumlah mencapai 1.391 lulusan. Sidang senat terbuka tersebut dipimpin langsung Rektor Unibos, Batara Surya.
“Wisuda bukan hanya momentum bagi para lulusan untuk merayakan keberhasilan akademik, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan orang tua dan keluarga yang telah mendukung mereka hingga menyelesaikan Pendidikan,” kata Batara.
Dikatakan, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan intelektual, melainkan awal untuk memasuki dunia pengabdian yang lebih luas dengan berbagai tantangan dan perubahan. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu pesat menuntut setiap lulusan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi ekonomi Indonesia, dari yang selama ini bertumpu pada sumber daya alam menuju ekonomi berbasis inovasi dan industri.
Karena itu, lulusan Unibos diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter yang kuat, kemampuan berpikir kritis, sikap pantang menyerah, serta keterampilan berkolaborasi.
Pada kesempatan tersebut, Batara Surya menyampaikan tiga pesan penting. Pertama, mengingatkan para alumni agar tidak berhenti belajar. Rasa ingin tahu harus terus dipelihara sebagai bekal untuk menghadapi perubahan dan perkembangan zaman.
Kedua, meminta lulusan menjaga integritas. Kejujuran merupakan nilai penting yang tidak boleh dikorbankan demi memperoleh keuntungan melalui jalan pintas. Ketiga, ia mengajak alumni untuk bermanfaat di mana pun berada.
Selain menyampaikan pesan kepada para wisudawan, Batara Surya juga memaparkan perkembangan akademik Unibos. Di mana, Unibos telah memperoleh tiga surat keputusan (SK) baru, yakni untuk pembukaan program profesi psikologi serta dua program magister, yaitu Magister Teknik Sipil dan Magister Ilmu Pertanian.
Unibos menargetkan perolehan SK pembukaan program doktor (S3) Pendidikan Dasar pada tahun ini sebagai bagian dari upaya pengembangan institusi dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Editor: Bali Putra










