
BISNISSULAWESI.COM, JAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) meraih penghargaan Gold pada ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026. Penganugerahan berlangsung di Binakarna Auditorium, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa, 29 September lalu.
Penghargaan yang diraih melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “RAPPO Living: From Plastic Waste to Circular Furniture”, menjadi apresiasi atas kontribusi PLN dalam mengembangkan ekonomi sirkular melalui pengolahan sampah plastik menjadi furnitur bernilai ekonomi sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir.
ICA dan ISDA Awards 2026, diikuti 275 peserta. Ajang ini menjadi wadah apresiasi terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan dan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

RAPPO Living hadir melalui kolaborasi PLN UID Sulselrabar bersama Rappo Indonesia untuk menjawab tantangan sampah plastik dan keterbatasan peluang ekonomi masyarakat pesisir di Kota Makassar. Program ini menghubungkan pengelolaan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sampah plastik jenis high-density polyethylene (HDPE) dan polypropylene (PP) diolah menjadi furnitur serta aksesori. Pendekatan ini membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh penghasilan dari kegiatan pengolahan sampah.
Pada kesempatan berbeda, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat program TJSL yang mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Melalui RAPPO Living, PLN mendukung masyarakat untuk mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Dukungan sarana, peningkatan keterampilan, dan pendampingan yang kami hadirkan diharapkan dapat membuka peluang kerja sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat,” ungkap Edyansyah.
Dalam pelaksanaannya, PLN memberikan dukungan sarana produksi, pelatihan, dan pendampingan bagi masyarakat pesisir Untia. Berdasarkan data program, RAPPO Living telah mengolah 10,2 ton sampah plastik melibatkan lebih dari 200 masyarakat dalam kegiatan pengumpulan sampah. Keterlibatan tersebut memperluas peran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung tumbuhnya kegiatan ekonomi berbasis daur ulang.

Keberlanjutan program turut diperkuat melalui kolaborasi dengan bank sampah, pengepul, komunitas lingkungan, dan berbagai mitra. Kerja sama ini mendukung pengumpulan bahan baku, pengembangan produk, serta perluasan pemasaran agar usaha dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.
Kehadiran RAPPO Living mencerminkan peran PLN dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat yang berwawasan lingkungan. Melalui pemanfaatan sampah plastik secara produktif, program ini mendorong terciptanya peluang kerja hijau serta meningkatkan kesadaran bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Raihan Gold pada ajang ICA dan ISDA Awards 2026 memperkuat komitmen PLN UID Sulselrabar untuk terus menghadirkan program TJSL yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Melalui RAPPO Living, PLN mendorong masyarakat menjadi bagian aktif dalam membangun ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.
*/Editor: Bali Putra









