BPBD Makassar Salurkan 5,1 Juta Liter Air Bersih ke 97 Ribu Jiwa di 62 Kelurahan

133
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama sejumlah instansi terkait, telah menyalurkan 5,1 juta liter air bersih gratis, selama musim kekeringan dan kemarau panjang. Setidaknya, telah menyasar 97 ribu jiwa dari 62 kelurahan yang ada di Makassar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muh. Fadli Tahar mengatakan, penyaluran air bersih merupakan respons pemerintah kota Makassar dalam membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat kondisi kekeringan.

“Distribusi air bersih BPBD Makassar per 25 September 2026, telah menjangkau 8 kecamatan dan 62 kelurahan,” kata Fadli, Jumat, 25 September lalu.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, Makassar, Panakkukang, hingga Bontoala.

Untuk mendukung mobilisasi air, sebanyak 25 unit kendaraan operasional (Ranops) dikerahkan. Armada tersebut terdiri atas 4 mobil pemadam kebakaran, 4 mobil tangki, 3 mobil pick up, serta 14 mobil dump truck.

Fadli menjelaskan, dalam operasi Tanggap darurat Bencana (TDB), air bersih yang didistribusikan berasal dari dua sumber utama, Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) atau sumur bor.

Dari total 5.138.000 liter air yang disalurkan melalui operasi TDB, sebanyak 4.500.000 liter bersumber dari PDAM, sedangkan 638.000 liter berasal dari SPAM.

Dengan demikian, Fadli menegaskan, perlu dibedakan antara distribusi air yang dilakukan langsung oleh PDAM kepada pelanggannya dengan distribusi air melalui operasi TDB BPBD.

Meski diprioritaskan bagi masyarakat nonpelanggan PDAM yang mengalami keterbatasan akses air bersih, dalam kondisi tertentu distribusi juga dapat diberikan kepada pelanggan PDAM yang membutuhkan sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap situasi di lapangan.

“Jadi, masyarakat yang belum menjadi pelanggan PDAM juga kami layani. Prinsipnya, kami melihat kebutuhan masyarakat di lapangan,” kata Fadli.

Dalam menjalankan operasi tersebut, BPBD tidak bekerja sendiri. TDB melibatkan kolaborasi lintas sektor, antara lain BPBD, Damkarmat, PDAM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PMI Kota Makassar, Dinas Pekerjaan Umum (PU), pemerintah kecamatan, serta dukungan Kementerian PU Republik Indonesia.

Menurut Fadli, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan operasi distribusi dapat berjalan secara berkelanjutan, khususnya ketika kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat akibat kemarau panjang.

Selain memanfaatkan armada milik pemerintah dan unsur pendukung, sebagian armada distribusi juga menggunakan kendaraan sewa. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan mobilisasi air tetap terpenuhi dan distribusi dapat menjangkau lebih banyak titik masyarakat yang membutuhkan.

Editor: Bali Putra