PLN Intensifkan Koordinasi Pelaksanaan Modifikasi Cuaca Jaga Keandalan Pasokan Listrik PLTA

109
Petugas melakukan pemeriksaan dan persiapan pesawat nirawak (drone) sebelum pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah mitigasi PLN dalam menjaga ketersediaan sumber daya air dan mendukung keandalan pasokan listrik selama musim kemarau. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT PLN (Persero) terus mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda), untuk pelaksanaan program Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Langkah mitigasi dilakukan sebagai upaya strategis menjaga keandalan pasokan energi listrik bagi masyarakat di tengah tantangan musim kemarau panjang.

Pelaksanaan TMC merupakan proses berkelanjutan yang terus dilakukan di berbagai lokasi strategis, diantaranya PLTA Bakaru, PLTA Malea dan PLTA Poso. TMC melibatkan berbagai pihak diantaranya PLN, BPBD, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta jajaran Pemerintah Daerah.

Terkait hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Darma Metusela, menegaskan, keterlibatan aktif Pemda sangat krusial dalam mendukung kelancaran operasi.

Pesawat nirawak (drone) yang dilengkapi perangkat penyemaian awan disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Tokilo, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari upaya PLN menjaga ketersediaan air dan keandalan pasokan listrik PLTA. POTO: ISTIMEWA

“Koordinasi yang kami lakukan sangat komprehensif. Dari pihak Pemda, kami terus mendampingi dan terlibat langsung sejak tahapan survei, pengkajian lokasi sasaran, hingga eksekusi di lapangan agar operasi TMC berjalan optimal,” ujar Darma.

Secara operasional, TMC sukses direalisasikan di beberapa titik, seperti Meko dan Tokilo, 20 September lalu. Operasi penyemaian awan di lokasii tersebut dilakukan dengan lancar, disesuaikan dengan kondisi observasi atmosfer untuk memaksimalkan potensi pembentukan hujan.

Selain di Sulawesi Tengah, koordinasi pengamanan ketersediaan air juga dilakukan secara proaktif di Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan telah secara resmi meminta dukungan BMKG untuk pelaksanaan TMC guna menjaga keandalan pasokan listrik, mengingat peran strategis PLTA Malea yang berkapasitas 90 MW.

Pesawat nirawak (drone) mengudara dalam kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengoptimalkan potensi pembentukan hujan guna mendukung ketersediaan debit air bagi operasional pembangkit listrik tenaga air di Sulawesi. POTO: ISTIMEWA

PLTA Malea sangat bergantung pada ketersediaan debit air dari Sungai Saddang. Oleh karena itu, pelaksanaan TMC difokuskan pada daerah tangkapan air (catchment area) sungai tersebut selama periode Agustus hingga September 2026. Langkah ini diharapkan mampu mempertahankan ketersediaan air bagi operasional pembangkit selama musim kemarau.

Di PLTA Bakaru, PLN terus mematangkan persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa guna menjaga ketersediaan debit air bagi operasional pembangkit berkapasitas 126 MW. Pelaksanaan OMC direncanakan menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone) dengan dua lokasi operasional, yakni Bandara Sumarorong dan Puncak Pasir, berdasarkan kajian kelayakan BMKG.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyebutkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Teknologi Modifikasi Cuaca ini adalah bentuk ikhtiar nyata dalam mitigasi yang kami lakukan bersama Pemda dan BMKG untuk menjaga dan memulihkan debit air di sejumlah lokasi strategis, seperti PLTA Malea dan PLTA Bakaru,” katanya.

Edyansyah berharap upaya ini dapat memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat tetap terjaga, meskipun musim kemarau berlangsung panjang.

Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi bersama BMKG, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, PLN terus mengoptimalkan langkah mitigasi terhadap dampak musim kemarau. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjaga kesinambungan operasional pembangkit listrik tenaga air guna memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi.

*/Editor: Bali Putra