Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi dengan Stakeholder

121
"Sharing with Stakeholders" yang digelar Pelindo Regional 4, Selasa, 22 September 2026. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 memperkuat sinergi dengan mitra strategis melalui kegiatan  “Sharing with Stakeholder”, Selasa, 22 September 2026.

Hadir pada kegiatan yang berlangsung di Sevara Cafe, Makassar, sejumlah stakeholder seperti pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, Kejari Makassar, Polres Pelabuhan Makassar, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Makassar, PT PELNI Makassar, Polsek Kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta (Soetta), Polsek Kawasan Paotere, serta perwakilan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe B Makassar, serta perwakilan dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar.

Dari asosiasi, hadir Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Sulawesi Selatan dan Barat, Indonesian National Shipowners’ Association Makassar, serta perwakilan dari DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sulawesi Selatan, dan DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sulawesi Selatan dan Barat.

“Kegiatan ini untuk ruang dialog bagi Pelindo dan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Makassar untuk bertukar pandangan serta menyelaraskan pemahaman terkait arah transformasi Perusahaan,” ungkap Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis.

Dikatakan, keberhasilan transformasi Pelindo membutuhkan dukungan dan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka perlu terus dibangun agar setiap perubahan dapat dipahami dan dijalankan secara bersama-sama.

“Transformasi yang dilakukan Pelindo tidak hanya berkaitan dengan penataan internal perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa. Melalui forum ini, kami ingin membangun pemahaman yang sama mengenai arah perubahan Pelindo Group,” ujar Abdul Azis.

Menurut dia, Penataan Peta Peran Korporasi dan Streamlining merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk menciptakan organisasi yang lebih efektif, adaptif, dan mampu merespons perkembangan industri kepelabuhanan serta logistik.

“Inisiatif ini juga sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Kami berharap proses transformasi ini semakin memperkuat peran Pelindo dalam mendukung konektivitas dan kelancaran arus logistik,” tuturnya.

Abdul Azis menambahkan, keterlibatan para pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran operasional dan pelayanan di Pelabuhan Makassar. Masukan yang disampaikan melalui forum tersebut akan menjadi bagian dari upaya Pelindo untuk terus melakukan perbaikan.

“Pelabuhan merupakan sebuah ekosistem yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.

Sharing with Stakeholder merupakan program rutin tahunan Manajemen Pelindo Regional 4. Selain menjadi sarana penyampaian informasi mengenai kebijakan dan perkembangan perusahaan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum berbagi pengalaman, gagasan, serta masukan antara manajemen Pelindo Group dan para pemangku kepentingan.

Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, mengatakan bahwa komunikasi yang berkesinambungan dengan para stakeholder dibutuhkan untuk memastikan setiap kegiatan operasional di pelabuhan berjalan secara aman, tertib, dan lancar.

“Setiap instansi dan asosiasi memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung aktivitas di pelabuhan. Melalui kegiatan ini, berbagai hal yang berkaitan dengan pelayanan dan operasional dapat didiskusikan secara langsung sehingga koordinasi di lapangan menjadi semakin baik,” ujar Yusida.

Menurut Yusida, forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi Pelindo untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan masukan dari instansi pemerintah, aparat penegak hukum, pengguna jasa, serta asosiasi yang beraktivitas di lingkungan Pelabuhan Makassar.

“Kami berharap kebersamaan yang selama ini telah terjalin dapat terus diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, berbagai tantangan operasional dapat diselesaikan secara cepat dan tepat, sehingga pelayanan kepada pengguna jasa tetap terjaga,” ucapnya.

Editor: Bali Putra